HMI Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melalui 18 ketua umum Badko se-Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional atas tragedi banjir bandang yang melanda tiga provinsi.

JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melalui 18 ketua umum Badko se-Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional atas tragedi banjir bandang yang melanda tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Desakan ini muncul setelah jumlah korban jiwa terus meningkat dan dampak sosial-ekonomi semakin meluas.
Koordinator Ketua Umum HMI Badko se-Indonesia, Muhammad Yusril Mahendra, menegaskan bahwa bencana ini sudah masuk fase darurat kemanusiaan. Berdasarkan data lapangan, tercatat 753 warga meninggal dunia dan 650 orang masih hilang. Ribuan warga lainnya terpaksa mengungsi akibat rumah rusak, aktivitas ekonomi terhenti, dan akses kebutuhan dasar terputus.
Banjir bandang juga merusak jembatan, jalan utama, sekolah, fasilitas kesehatan, jaringan listrik, hingga sarana air bersih. Kondisi ini menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, serta pelayanan publik.
Lahan pertanian, rumah usaha, hingga pusat perdagangan mengalami kerusakan parah. Aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total dengan estimasi kerugian sangat besar, meski data resmi masih menunggu.
Di tingkat daerah, ketersediaan logistik, tenaga medis, alat berat, dan pendanaan darurat sudah tidak mencukupi. Penetapan status bencana nasional dinilai penting agar pemerintah pusat bisa memobilisasi sumber daya melalui BNPB, TNI–Polri, dan kementerian terkait.
“Dengan 753 korban meninggal dan 650 warga masih hilang, ini tragedi kemanusiaan besar. Penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan daerah. Negara harus hadir secara total,” tegas Yusril.
HMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan dan pemulihan bencana agar negara hadir sepenuhnya melindungi rakyat. Penetapan status bencana nasional dipandang sebagai langkah paling cepat dan strategis menghadapi situasi luar biasa ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

