Advertisement
Peristiwa Daerah

Hujan Ekstrem Landa Bantul, 87 Titik Bencana Terdampak Pohon Tumbang hingga Longsor

Hujan deras di Bantul picu 87 titik bencana, termasuk longsor, pohon tumbang, dan banjir. BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan masih lakukan penanganan darurat.

TIMES Indonesia,
Hujan Ekstrem Landa Bantul, 87 Titik Bencana Terdampak Pohon Tumbang hingga Longsor
Petugas mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah di Srigading Sanden (FOTO: BPBD Bantul)
A-AA+

BANTUL Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bantul pada Jumat (26/12/2025) menyebabkan sejumlah bencana di wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sedikitnya 87 titik kejadian akibat cuaca ekstrem tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan bahwa hingga Sabtu (27/12/2025) pukul 08.00 WIB, laporan dampak bencana masih terus bertambah dan bersifat sementara. “Data yang masuk ke Pusdalops PB BPBD Bantul mencakup kejadian gerakan tanah, pohon tumbang, dan banjir,” ujarnya.

Advertisement

Ia menjelaskan, bencana gerakan tanah terjadi di delapan titik yang tersebar di Kapanewon Imogiri, Piyungan, Dlingo, dan Kretek.  Dampak gerakan tanah tersebut merusak talud, akses jalan, rumah warga, serta area makam di lima kalurahan, yakni Selopamioro, Srimartani, Girirejo, Mangunan, dan Parangtritis.

Sementara itu, kejadian pohon tumbang mendominasi laporan dengan total 78 titik. Lokasi terbanyak berada di Kapanewon Sanden dan Kretek, serta tersebar di 13 kalurahan. Pohon tumbang mengakibatkan gangguan akses jalan, kerusakan rumah, jaringan listrik dan telepon, kandang ternak, permukiman, hingga talud.

Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di satu titik di Kapanewon Sanden, tepatnya di Kalurahan Srigading, yang berdampak pada permukiman warga.

BPBD Bantul bersama Pemerintah Kabupaten Bantul, Tagana, PMI, PLN, kepolisian, TNI, FPRB kalurahan, pemerintah kalurahan, serta masyarakat setempat masih melakukan penanganan darurat dan asesmen di lokasi kejadian.

“Proses penanganan dan pendataan masih berlangsung. Data ini bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” kata Antoni. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Soni Haryono
PenulisSoni HaryonoSarjana Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta (1993). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia