Advertisement
Peristiwa Daerah

Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah: 14 Tewas, 25 Luka, dan 1 Masih Hilang

Banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, menewaskan 14 warga. 25 orang luka-luka, 1 hilang, dan 64 rumah rusak hingga hilang. TNI kerahkan bantuan personel dan logistik untuk evakuasi.

TIMES Indonesia,
Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah: 14 Tewas, 25 Luka, dan 1 Masih Hilang
Personel TNI AD ikut mengevakuasi korban bencana banjir bandang yang menghantam permukiman penduduk di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. (FOTO: ANTARA/HO-Kodam XIII/Merdeka)
A-AA+

MANADO – Korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bertambah menjadi 14 orang. Data sementara yang diumumkan oleh Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel E.S. Lalawi, juga menyebutkan 25 orang luka-luka dan satu warga masih dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, bencana yang terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WITA ini juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Sebanyak 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, sementara 21 unit rumah lainnya dilaporkan hilang terseret arus. Akses jalan di beberapa wilayah juga terputus akibat tertutup material tanah, batu, dan kayu.

Advertisement

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses pencarian, evakuasi korban, serta penanganan darurat bersama unsur Polri dan pemerintah daerah," ujar Daniel Senin (5/1/2026).

Sebanyak 35 kepala keluarga (108 jiwa) terpaksa mengungsi dan telah ditampung di lokasi yang disiapkan pemerintah. Menanggapi keadaan darurat ini, Kodam XIII/Merdeka telah memerintahkan personelnya untuk turun langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses pencarian, evakuasi, dan penanganan darurat bersama Polri dan pemda.

Sebagai bentuk respons cepat, Kodam XIII/Merdeka menyiapkan bantuan berupa dua peleton personel TNI dari unsur tempur, bantuan tempur, balak, dan perbekalan, dilengkapi dengan truk, tenda, serta perlengkapan lapangan untuk mendukung para pengungsi. Pergeseran personel direncanakan menggunakan kapal feri milik Pemda Sitaro dengan memperhatikan faktor keselamatan dan cuaca.

Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Siau sejak pukul 02.00 WITA tanpa henti, menyebabkan luapan air yang membawa material longsor dari perbukitan menerjang permukiman. Lokasi terdampak meliputi Kelurahan Bahu (Siau Timur), Kampung Laghaeng dan Batusenggo (Siau Barat Selatan), Kampung Peling dan Bumbiha (Siau Barat), serta Kelurahan Paseng (Siau Barat).(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia