Advertisement
Peristiwa Daerah

Warga Serang Protes, Truk Sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong Dihentikan Sementara

Tumpukan sampah setinggi 2 meter masih timbulkan macet dan bau di Jalan Otista, Ciputat. Sementara, protes warga Serang membuat pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong dihentikan sementara untuk evaluasi.

TIMES Indonesia,
Warga Serang Protes, Truk Sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong Dihentikan Sementara
Sejumlah pengendara melintas di tumpukan sampah yang ada di bahu Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. (FOTO: ANTARA/Azmi Samsul M)
A-AA+

TANGERANG SELATAN – Tumpukan sampah setinggi lebih dari dua meter kembali menutupi bahu jalan dan menyebabkan kemacetan serta bau menyengat di Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Kondisi ini terjadi meski status tanggap darurat sampah kota yang berlaku hingga 5 Januari 2026 telah berakhir.

Sejumlah pengendara dan pedagang mengeluhkan kemacetan harian yang diperparah oleh sampah dan kondisi jalan yang rusak. "Macet tiap hari di sini. Pagi dan sore macet terus. Enggak hari libur, enggak hari biasa, memang sering macet di sini," tutur Rara (36), seorang pedagang di lokasi, Selasa (6/1/2026).

Advertisement

Pemerintah Kota Tangsel menyatakan bahwa keputusan memperpanjang status tanggap darurat masih dalam evaluasi menyeluruh. "Selama di lapangan masih terdapat tumpukan sampah yang memerlukan penanganan ekstra, maka opsi perpanjangan status tanggap darurat tetap terbuka," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, Tb Asep Nurdin.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah akan tetap berjalan maksimal, terlepas dari statusnya.

Di sisi lain, upaya Tangsel mengirimkan sampahnya ke Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong di Kota Serang menemui jalan buntu. Warga Kecamatan Taktakan, Serang, melakukan protes keras karena dampak bau dan pencemaran lingkungan. Mereka menuntut transparansi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan mengkritik kerja sama yang dianggap sepihak.

"Kami menolak dan tidak mau menerima, karena baunya sangat mengganggu, tidak nyaman sekali," kata Eneng, salah seorang warga.

Menanggapi protes tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel mulai Selasa (6/1/2026) sore. "Maka untuk sore ini disetop dulu. Penyetopan ini dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi," jelas Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi. Ia menyatakan telah mengirim surat pemberitahuan ke DLH Tangsel dan akan mengevaluasi kesiapan teknis serta dampak sosial.

Advertisement

Sebagai langkah penanganan, DLH Serang telah mendirikan pos pemeriksaan untuk memastikan armada pengangkut tidak meneteskan air lindi selama perjalanan. Farach mengklaim bahwa penanganan tahun ini sudah lebih baik dengan sistem controlled landfill yang mulai diterapkan, sembari mempersiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke depan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia