Advertisement
Peristiwa Daerah

SPPG Pertama di Kecamatan Sumberasih Berdiri, Jadi Tulang Punggung MBG di Empat Desa

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ghalea Inara di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, resmi dibuka pada Rabu (7/1/2025).

TIMES Indonesia,
SPPG Pertama di Kecamatan Sumberasih Berdiri,  Jadi Tulang Punggung MBG di Empat Desa
Wabup Probolinggo, Fahmi Abdul Haq meresmikan SPPG Pertama di Kecamatan Sumberasih. (Foto: Sri Hartini/ TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Kabar baik untuk upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Probolinggo. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ghalea Inara di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, resmi dibuka pada Rabu (7/1/2025). Kehadiran dapur gizi pertama di wilayah Kecamatan Sumberasih ini diproyeksikan menjadi tulang punggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan anak dan ibu hamil di empat desa.

Peresmian yang berlangsung di Jalan Masjid Baitussalam, Desa Jangur, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq, Anggota DPR RI Komisi XIII Anwar Sadad, serta seluruh jajaran Forkopimka Sumberasih. Hadir pula para kepala desa, kepala puskesmas, dan mitra pengelola, menandai komitmen kolektif terhadap program prioritas nasional ini.

Advertisement

Kepala SPPG Ghalea Inara, Yenny Haryani, menjelaskan bahwa dapur ini akan berfungsi sebagai pusat distribusi MBG pertama di Kecamatan Sumberasih. “Kami mohon bimbingan dan dukungan semua pihak agar program ini berjalan lancar dan memberi manfaat maksimal,” ujar Yenny. Ia menekankan, sinergi antar desa, puskesmas, hingga TNI-Polri sangat penting untuk keberhasilan program.

Secara teknis, SPPG Ghalea Inara menargetkan produksi lebih dari 2.000 porsi makan bergizi per hari. Sasaran distribusi meliputi empat desa: Jangur, Sumurmati, Mentor, dan Sumberbendo. Rincian jumlah sekolah penerima dan jadwal operasional penuh masih dalam proses pemetaan akhir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Fahmi Abdul Haq menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah. “Program ini sangat penting karena menyentuh kebutuhan paling dasar, yakni gizi anak-anak dan ibu hamil. Kami berharap tidak ada lagi anak Probolinggo yang kekurangan gizi,” tegas Pria yang karib disapa Ra Fahmi ini. 

Ia juga mendorong agar SPPG tidak hanya menjadi penyedia makanan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. “Kalau bisa, bahan-bahannya dari warga sekitar. Supaya ekonomi desa ikut bergerak, kesejahteraan meningkat,” tambahnya. Saat ini, realisasi SPPG di Kabupaten Probolinggo masih di bawah 50 persen dari target lebih dari seratus unit, namun akan terus didorong percepatannya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Anwar mengatakan program MBG secara langsung menyentuh tiga tujuan negara yakni perlindungan rakyat, pencerdasan bangsa, dan peningkatan kesejahteraan umum. 
“Yang dikejar bukan gratisnya, tapi gizinya. Anak-anak harus masuk sekolah dalam kondisi perut kenyang dan sehat agar bisa fokus belajar,” tandasnya.

Advertisement

Kehadiran SPPG pertama di Kecamatan Sumberasih ini menjadi langkah konkret Kabupaten Probolinggo untuk penurunan stunting dan pemenuhan gizi anak di Probolinggo.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia