Advertisement
Peristiwa Daerah

Besaran Penyesuaian Tunjangan DPRD Kota Banjar Tunggu Uji Publik

Pemkot Banjar menggelar uji publik penyesuaian tunjangan DPRD sesuai SE Kemendagri. Besaran dibahas awal bulan; anggaran diprioritaskan layanan publik. Penyesuaian bersifat sementara karena defisit, berlaku setelah Perwal terbit.

TIMES Indonesia,
Besaran Penyesuaian Tunjangan DPRD Kota Banjar Tunggu Uji Publik
Kepala BPKPD Kota Banjar Ian Rakhmawan ungkap akan segera menggelar publik hearing terkait penyesuaian tunjangan DPRD. (Foto: Susi/Times Indonesia)
A-AA+

BANJAR Pemerintah Kota Banjar bakal menggelar komunikasi atau uji publik atas penyesuaian tunjangan DPRD Kota Banjar sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar, Ian Rakhmawan kepada Times Indonesia saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026).

Advertisement

"Untuk penentuan besaran tunjangan perumahan bagi pimpinan atau anggota DPRD sebelum ditetapkan dengan peraturan kepala daerah maka kita akan menggelar publik hearing awal bulan depan," jelasnya.

Adapun terkait alokasi penyaluran tunjangan perumahan tersebut, lanjut Ian, nantinya akan dibahas setelah penyesuaian besaran tumjangan.

"Untuk penganggaran nantinya untuk dialokasikan kemana saja nanti bisa dikomunikasikan kembali dengan DPRD," paparnya.

Adapun terkait harapan para anggota Legislatif untuk memprioritaskan anggaran dari hasil penyesuaian tunjangan pada dasar layanan masyarakat, Ian mengaku sangat mengapresiasi hal tersebut.

"Setelah melalui beberapa tahapan, hasil dari angka besaran penyesuaian tunjangan itu nantinya akan dibahas bersama antara DPRD dengan kepala OPD yang memiliki standar pelayanan minimal untuk disesuaikan dengan kemampuan anggaran kita," jabarnya.

Advertisement

Ian juga berharap dengan adanya penyesuaian tunjangan DPRD nantinya bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan seperti perbaikan bak kontainer sampah maupun armada Damkar.

Penyesuaian tunjangan DPRD, dikatakan Ian, sifatnya tidak permanen. Hal ini dilakukan mengingat situasi keuangan saat ini memang sedang mengalami defisit.

"Tidak menutup kemungkinan ke depannya jika sudah kembali stabil maka akan disesuaikan kembali untuk tunjangan DPRD," jelasnya.

Menurutnya, penyesuaian tunjangan tidak hanya menimpa para Legislator namun juga di kalangan ASN.

"Pemberlakuan penyesuaian tunjangan akan di berlakukan setelah diterbitkannya Perwal jadi kita belum tahu kapan pastinya," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia