Advertisement
Peristiwa Daerah

Harga Sayur di Pasar Among Tani Kota Batu Naik Perlahan Jelang Imlek dan Ramadan

Penyebab utama kenaikan harga sayur adalah melonjaknya permintaan, sementara hasil panen masih tetap bahkan cenderung menurun. Momentum Imlek dan Ramadan yang berlangsung berdekatan turut memengaruhi pergerakan harga di pasaran.

TIMES Indonesia,
Harga Sayur di Pasar Among Tani Kota Batu Naik Perlahan Jelang Imlek dan Ramadan
Aktivitas di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Kamis (12/2/2026). Sejumlah komoditas sayur mengalami kenaikan signifikan jelang Imlek dan Ramadan. (Foto: Firyanka Mirna Wahita/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Harga sejumlah komoditas sayur di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, mulai mengalami kenaikan menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan.

Kenaikan tersebut paling terasa pada cabai rawit dan timun, yang dipicu meningkatnya permintaan masyarakat di tengah hasil panen yang cenderung menurun. Kondisi ini mendorong pedagang dan pembeli untuk menyesuaikan strategi jual beli demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Advertisement

Pantauan di lapangan, Kamis (12/2/2026) pagi, sejumlah pedagang di Pasar Induk Among Tanimenyampaikan bahwa harga sayur mulai naik secara perlahan. “Harga sayur sekarang memang mulai naik sedikit-sedikit,” ujar Doni, seorang pedagang.

Cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Jika pada kondisi normal harga cabai rawit berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, kini harganya melonjak hingga Rp88 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai besar yang biasanya Rp20 ribu per kilogram, naik menjadi Rp28 ribu per kilogram. Timun juga mengalami kenaikan dua kali lipat dari harga normal Rp5 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram. 

Pasar-Induk-Among-Tani-2.jpg

Menurut Doni, kenaikan harga timun kerap terjadi menjelang bulan puasa karena meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan segar. “Kan orang puasa kesukaannya yang segar-segar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyebab utama kenaikan harga sayur adalah melonjaknya permintaan, sementara hasil panen masih tetap bahkan cenderung menurun. Momentum Imlek dan Ramadan yang berlangsung berdekatan turut memengaruhi pergerakan harga di pasaran.

Advertisement

Untuk jenis sayuran lain, tren harga juga bervariasi. Sayur hijau seperti sawi dan pakcoy umumnya mengalami kenaikan harga, sementara tomat justru cenderung turun. “Ketika puasa harga sayur yang biasanya dibuat untuk persambal biasanya turun,” kata Doni. Namun saat Imlek, justru cabai merah, cabai hijau, dan cabai rawit kembali mengalami kenaikan.

Menariknya, kenaikan harga ini tidak terlalu berdampak pada jumlah pembeli dan menegaskan bahwa fluktuasi harga sayur merupakan hal yang biasa.

Dari sisi pembeli, kenaikan harga ini terasa cukup membebani. Widiya, seorang pembeli di pasar mengaku hampir semua harga sayur naik, terutama timun dan andewi. Menurutnya, kenaikan harga sering kali terjadi secara spontan. “Kalau baru naik begini ya terasa, soalnya pembeli kan masih belum tahu kalau harganya naik,” ungkapnya.

Akibatnya, ia harus mengurangi jumlah pembelian. Jika sebelumnya membeli satu kilogram, kini hanya mengambil sekitar seperempat kilogram, dan mengganti jenis sayur dengan harga yang lebih terjangkau namun memiliki kegunaan serupa.

“Seperti sawi putih diganti dengan sawi hijau yang kenaikan harganya enggak terlalu banyak,” katanya. Di tengah fluktuasi harga jelang hari besar keagamaan, pedagang dan pembeli di Pasar Induk Among Tani Batu terus beradaptasi agar roda kebutuhan pangan tetap berjalan.(*)

Pewarta: Firyanka Mirna Wahita

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia