Emak-Emak Padati Operasi Pasar Wringin Bondowoso, Telur dan Gula Ludes dalam Hitungan Menit
Antusiasme warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kecamatan Wringin, Jumat (13/2/2026).

BONDOWOSO – Antusiasme warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jumat (13/2/2026).
Sejak pagi, ratusan warga ,didominasi kaum ibu. Mereka berjejer mengular hingga sekitar lima meter demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Sejumlah komoditas bahkan habis dalam waktu singkat. Sebanyak 100 kilogram telur terjual tandas hanya dalam 30 menit. Tak lama berselang, 400 kilogram gula juga ludes dalam tempo sekitar satu jam.
Panitia menyediakan berbagai kebutuhan pokok dalam jumlah besar untuk memenuhi lonjakan permintaan. Di antaranya 2.400 liter minyak goreng dan 8 ton beras yang disiapkan khusus untuk operasi pasar tersebut.
Harga yang ditawarkan memang lebih rendah dari pasaran. Telur dijual Rp25.000 per kilogram, beras SPHP Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, dan Minyakita Rp15.000 per liter.
Sementara gula dibanderol Rp15.500 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, serta bawang putih Rp26.000 per kilogram.
Salah satu warga Desa Ampelan, Anis Fitria mengaku rela datang lebih awal demi mendapatkan sembako murah. Ia membeli 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula untuk persiapan kebutuhan menjelang Ramadan 2026.
“Saya datang sejak pukul 07.30 WIB supaya tidak kehabisan,” ujarnya.
Menurutnya, selisih harga yang cukup jauh dibandingkan pasar menjadi alasan utama dirinya berbelanja dalam jumlah lebih banyak.
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan digelar di 22 kecamatan lainnya.
Program ini kata dia, difokuskan untuk menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadan.
“Insyaallah akan dijadwalkan di kecamatan lain oleh DPKP,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Moelyadi menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat guna menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Program ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Ramadan,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


