Bupati Situbondo Larang Sweeping Warung yang Buka Saat Ramadan
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayoyo melarang aksi sweeping terhadap warung makan yang tetap buka selama bulan puasa Ramadan.

situbondo – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan larangan aksi sweeping terhadap warung makan yang tetap buka selama bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 di wilayahnya. Penegasan ini disampaikan sebagai upaya menjaga ketertiban sekaligus menghormati kebebasan beribadah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Mas Rio saat menghadiri kegiatan rukyatul hilal di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Selasa (17/2/2026) sore.
Mas Rio menekankan bahwa ibadah puasa merupakan urusan pribadi setiap hamba dengan Tuhan-nya. Karena itu, tidak perlu ada tindakan represif terhadap pelaku usaha makanan yang tetap beroperasi.
Ia bahkan mengutip pandangan yang pernah disampaikan Almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai makna ujian dalam berpuasa.
“Nggak perlu ada sweeping warung-warung. Nggak perlu warung-warung ditutup-tutup. Kalau kata Gus Dur, ya itulah ujiannya orang yang berpuasa itu,” ujarnya.
Meski demikian, Mas Rio mengingatkan masyarakat yang tidak menjalankan puasa agar tetap menghormati mereka yang beribadah. Menurut dia, sikap saling menghargai menjadi kunci menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Yang tidak puasa harus hormat sama yang puasa. Kita yang puasa tidak perlu merasa membela Tuhan dengan sweeping warung-warung itu,” kata lulusan Universitas Indonesia itu.
Terkait penentuan awal Ramadhan 1447 H, Mas Rio menyatakan Pemerintah Kabupaten Situbondo akan mengikuti hasil sidang isbat pemerintah pusat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseragaman dan kepastian pelaksanaan ibadah di masyarakat.
“Yang memutuskan nanti pemerintah. Kapan awal puasa, saya ikut pemerintah, karena kami bagian dari pemerintah,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya saling menghormati apabila terdapat perbedaan penetapan awal Ramadhan di antara organisasi keagamaan. Menurut Mas Rio, perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan dan justru menjadi bagian dari keindahan dalam menyambut Ramadhan.
Terpantau, berdasarkan keputusan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, awal puasa Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 19 Februari 2026. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


