Advertisement
Peristiwa Daerah

Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup Selama Pencarian Pendaki Banyuwangi yang Hilang

Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen ditutup sementara bagi para pendaki, menyusul adanya pencarian seorang pendaki yang hilang.

TIMES Indonesia,
Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup Selama Pencarian Pendaki Banyuwangi yang Hilang
Gerbang jalur pendakian TWA Kawah Ijen ditutup sementara. (FOTO : Polsek Licin For TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen ditutup sementara bagi para pendaki, menyusul adanya proses pencarian seorang pendaki hilang, pada Rabu (18/2/2026). 

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto mengonfirmasi bahwa, aktivitas pendakian mulai dihentikan pada Kamis (19/2/2026) pukul 08.00 WIB, tepat pada hari kedua proses pencarian.

Advertisement

"Untuk bookingan-bookingan yang sudah masuk (melalui pendaftaran online), sementara kami cancel dulu," katanya.

Terkait durasi penutupan jalur pendakian, Dwi Putro masih belum bisa memberikan kepastian mengenai jangka waktunya. Hal ini dikarenakan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan nantinya akan diumumkan secara resmi oleh pihak terkait.

“Yang jelas rencana penutupan jalur pendakian Kawah Ijen diperlukan agar proses pencarian bisa berlangsung maksimal. Harapannya, pendaki yang hilang bisa secepatnya ditemukan,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, memasuki Operasi SAR hari kedua (H.2) pencarian, tim gabungan memperluas radius penyisiran untuk menemukan Muhammad Dzikri Maulana (16) yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Ijen. Cakupan pencarian kini dikembangkan hingga radius 4,6 kilometer.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa, menyampaikan, bahwa pada hari kedua operasi pencarian pendaki yang hilang akan diperluas. Pasalnya Operasi SAR hari pertama hingga dini hari hasilnya nihil. 

Advertisement

Terkait teknis, Oka menjelaskan, pihaknya akan membagi tim SAR Gabungan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).  SRU 1 bertugas untuk menyisir jalur utama dari Paltuding hingga puncak dengan metode hasty search sepanjang kurang lebih 3,6 kilometer.

Sedangkan SRU 2, dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan pola open grid seluas sekitar 1 kilometer persegi 

“Total area yang disisir gabungan kedua SRU mencapai kurang lebih 4,6 kilometer cakupan pencarian,” terangnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Anggara Cahya
PenulisAnggara CahyaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia