Hama Kol Serang Padi Muda, Petani Probolinggo Harus Ekstra Tenaga Membersihkannya
Serangan hama keong emas atau yang akrab disebut 'kol' membuat sejumlah petani di Kota Probolinggo resah.

PROBOLINGGO – Serangan hama keong emas atau yang akrab disebut 'kol' membuat sejumlah petani di Kota Probolinggo resah. Serangan hama keong mas ini membuat petani ekstra dan lebih jeli memantau lahan mereka. Hama 'Kol' atau keong mas ini menyerang padi mereka yang berusia muda terutama padi memasuki masa pertumbuhan di bawah 20 hari.
Dari Informasi yang dihimpun, Kol atau keong emas atau keong sawah ini banyak ditemukan di area persawahan saat musim penghujan. keong-keong tersebut masuk ke petak-petak sawah milik petani melalui aliran air.
Poniman, petani asal Kanigaran, mengungkapkan bahwa keong emas masuk ke petak sawah melalui aliran air. Ia menemukan banyak keong menempel di batang padi yang masih hijau. Bahkan, telur-telur berwarna merah muda juga mulai terlihat di beberapa titik.
"Kalau tidak jeli, telur-telur ini akan menetas dan populasinya tambah banyak. Akhirnya tanaman muda bisa habis dalam semalam," kata Poniman, Jumat, (20/2/2026)
Menurut Poniman, penggunaan obat pembasmi memang membantu, tetapi tidak serta-merta menghentikan serangan. Keong yang mati karena obat kerap digantikan oleh keong baru yang terbawa arus irigasi.
Poniman menjelaskan, agar tanaman padi yang baru tumbuh dapat bertahan, ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat pembasmi hama, sebesar Rp60 ribu persekali obat.
"Jadi cara yang lebih efektif ya membersihkannya. Harus rutin di cek, dan membersihkan langsung. Percuma dikasih obat, nanti datang lagi keongnya," ujar Poniman
Kondisi serupa juga dirasakan Holili, petani bawang merah di lokasi yang sama. Meski keong emas tidak menyerang bawang, keberadaan hama ini cukup mengganggu aktivitasnya. Ia kerap tidak sengaja menginjak keong saat menyiram tanaman.
"Kol ini sangat menggangu. Kadang kalau tidak hati-hati, bisa kena injak dan kaki luka. Jadi memang harus jeli kalau jalan di saluran air sekarang," keluhnya.
Para petani berharap agar penyuluh pertanian dapat turun langsung memberikan edukasi cara pengendalian hama keong emas yang efektif. Sebab, jika tidak diantisipasi sejak dini, kerusakan tanaman padi muda berpotensi meluas dan mengganggu hasil panen mendatang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


