Advertisement
Peristiwa Daerah

KH Syamsuddin, Imam Masjid Tegalsari Ponorogo Wafat

Pemerintah menanggung 100% PPN tiket pesawat Lebaran 2026. Menhub Dudy memastikan stimulus fiskal ini tidak membebani maskapai dan menjaga keseimbangan harga tiket serta industri penerbangan.

TIMES Indonesia,
KH Syamsuddin, Imam Masjid Tegalsari Ponorogo Wafat
KH Syamsuddin, imam Masjid Tegalsari Ponorogo wafat. (FOTO: Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Kabar duka menyelimuti Bumi Reog. Tokoh ulama kharismatik sekaligus imam masjid bersejarah Tegalsari, KH Syamsuddin, dikabarkan wafat pada Selasa (24/2/2026) malam. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi ribuan  masyarakat yang selama ini menjadi jemaah masjid tertua di Ponorogo tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, KH Syamsuddin mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Harjono Ponorogo, sekitar  pukul 20.00, setelah sempat menjalani perawatan karena faktor usia dan penurunan kondisi kesehatan dalam beberapa waktu terakhir.
​Sosok Penjaga Tradisi Literasi Islam

Advertisement

​KH Syamsuddin dikenal bukan sekadar sebagai pemimpin ritual ibadah di Masjid Tegalsari, melainkan juga sebagai penjaga warisan intelektual Islam Nusantara. Sebagai penerus estafet kepemimpinan di masjid yang didirikan oleh Kyai Ageng Mohammad Besari, beliau dikenal sangat tawadhu dan dekat dengan jamaah dari berbagai kalangan.

​Riwayat Singkat KH Syamsuddin
​Pendidikan menghabiskan masa muda di berbagai pondok pesantren besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, memperdalam kitab kuning dan ilmu falak.
​Pengabdian: Menjadi Imam Masjid Tegalsari selama lebih dari dua dekade. Beliau aktif dalam kegiatan rutin Semaan Al-Qur'an dan pengajian kitab Ihya Ulumuddin.

KH Syamsuddin selalu menjadi rujukan tokoh masyarakat dan pejabat daerah dalam memutus perkara umat serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Ponorogo.

KH Sayamsuddin juga gigih dalam merawat fisik bangunan cagar budaya Masjid Tegalsari agar tetap kokoh tanpa menghilangkan nilai historisnya.
​"Beliau adalah lentera bagi kami. Nasihatnya selalu menyejukkan dan beliau sangat konsisten dalam menjaga marwah Tegalsari sebagai pusat spiritual," ujar  Sutrisno, salah satu jemaah masjid Tegalsari.

​Jenazah almarhum rencananya akan disalatkan di Masjid Tegalsari sebelum dimakamkan di komplek pemakaman keluarga besar  Tegalsari. Ribuan pelayat diprediksi akan memadati kawasan Tegalsari  untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai "Bapak Umat" tersebut .(*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia