Program MBG Disorot, Kasus Keracunan dan Menu Basi Bayangi Pelaksanaan di Malang Raya
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang Raya menjadi sorotan setelah muncul kasus keracunan dan menu basi. Evaluasi tata kelola dan pengawasan kualitas pangan dinilai mendesak.

MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai upaya strategis menyelamatkan generasi bangsa kini berada di bawah sorotan. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya pada 2026, program dengan anggaran besar ini memunculkan persoalan serius di wilayah Malang Raya. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keracunan, sementara ratusan porsi makanan ditemukan dalam kondisi basi dan tidak layak konsumsi.
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran dalam jumlah signifikan untuk mendukung keberlangsungan MBG. Namun di lapangan, efektivitas dan pengawasan distribusi makanan menjadi pertanyaan.
Di Kabupaten Malang, puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan siang dari program tersebut. Sementara di Kota Malang, pihak sekolah menolak ratusan porsi makanan karena terindikasi basi sebelum dibagikan kepada siswa.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran para orang tua terkait standar keamanan pangan serta sistem distribusi yang diterapkan.
Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas
Sejumlah wali murid menyampaikan dukungan terhadap tujuan program, namun menekankan pentingnya jaminan kualitas dan keamanan makanan.
Mereka meminta evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Pertanyaan pun muncul mengenai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan mutu pangan tetap terjaga hingga sampai ke tangan siswa.
Peran Lembaga Terkait
Pengelolaan program melibatkan sejumlah pihak, antara lain Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai regulator pusat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia dan pengelola dapur produksi. dan Pemerintah daerah sebagai pengawas distribusi di wilayah masing-masing.
Evaluasi terhadap rantai pasok, proses produksi, hingga mekanisme kontrol kualitas menjadi aspek krusial yang kini disorot berbagai pihak.
Investigatif TIMES Indonesia X Teras id
Sejumlah media, termasuk TIMES Indonesia dan Teras.id, menurunkan laporan investigatif terkait tata kelola MBG di Malang Raya. Laporan tersebut mengulas temuan di lapangan, keterangan pengelola dapur, serta pandangan pakar gizi dan tata kelola pemerintahan mengenai langkah perbaikan.
Program penanganan gizi dan pencegahan stunting merupakan kebijakan strategis yang membutuhkan sistem pengawasan ketat. Evaluasi menyeluruh dan transparansi diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sehingga tujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia benar-benar tercapai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


