Advertisement
Peristiwa Daerah

Cuma 34 Lolos dari 74 Usulan, Warga Probolinggo Minta Syarat Hibah Ternak Tak Dipersulit

Sepanjang 2025, tidak kurang dari 74 usulan pasang kambing diajukan warga. Namun, hanya 34 pasang yang akhirnya mendapat persetujuan dari pemerintah daerah.

TIMES Indonesia,
Cuma 34 Lolos dari 74 Usulan, Warga Probolinggo Minta Syarat Hibah Ternak Tak Dipersulit
Wakil ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib saat reses. (Foto: Sri Hartini/ TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Harapan masyarakat Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo untuk mendapatkan bantuan bibit ternak masih harus berhadapan dengan kenyataan pahit keterbatasan anggaran.

Sepanjang 2025, tidak kurang dari 74 usulan pasang kambing diajukan warga. Namun, hanya 34 pasang yang akhirnya mendapat persetujuan dari pemerintah daerah.

Advertisement

Anggota DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, dalam resesnya mengungkapkan bahwa 34 pasang kambing yang lolos tersebut dipastikan anggarannya ada. 

Realisasinya dijadwalkan antara bulan Juni atau Juli 2026, sembari menunggu proses pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“34 pasang kambing kemarin yang lolos dan itu insyaAllah anggarannya sudah dapat saya pastikan ada, tinggal pelaksanaannya antara bulan Juni atau Julu tahun ini, menunggu pemeriksaan dari BPK,” ujar Mujib, Minggu (1/3/2026).

Di balik kabar baik tersebut, tersimpan kegelisahan warga. Alasan keterbatasan anggaran kembali menjadi tembok yang menghalangi realisasi 40 usulan lainnya.

Padahal, jika dikalkulasi, nilai anggaran yang dibutuhkan untuk bantuan hewan ternak ini tidak terlalu besar dan dampaknya bisa langsung dirasakan untuk meningkatkan perekonomian warga.

Advertisement

Kini, kekhawatiran baru muncul menjelang pengajuan di tahun 2027 mendatang. Pasalnya, terdapat perubahan objek sasaran. 

Pemerintah mewacanakan bahwa calon penerima bantuan harus dalam bentuk kelompok, bukan lagi perorangan. Syarat ini dinilai kalangan warga justru semakin menyulitkan dan berpotensi menyaring lagi usulan yang masuk.

Menanggapi hal itu, masyarakat Kecamatan Wonoasih berharap agar proses pengadaan bantuan hibah bibit ternak ke depannya dipermudah.

Mereka meminta agar pengalaman di tahun 2025, di mana masih banyak usulan yang belum terakomodir, bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia