Advertisement
Peristiwa Daerah

Korban Kedua Ledakan Petasan Maut di Plosojenar Ponorogo Akhirnya Meninggal Dunia

Korban kedua ledakan petasan di Plosojenar, Ahmad Fatoni (19) asal Morosari, meninggal di RSUD Harjono akibat luka bakar 90%. Ia anak tunggal yang diasuh nenek.

TIMES Indonesia,
Korban Kedua Ledakan Petasan Maut di Plosojenar Ponorogo Akhirnya Meninggal Dunia
Rumah di Desa Plosojenar Kecamatan Kauman Ponorogo yang hancur akibat ledakan petasan maut Minggu lalu. (Foto:Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Kabar duka kembali menyelimuti Bumi Reog. Setelah sempat berjuang melawan masa kritis selama empat hari, Ahmad Fatoni (19), korban kedua dalam tragedi ledakan petasan maut di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pemuda asal Desa Morosari tersebut menghembuskan napas terakhir di RSUD dr. Harjono Ponorogo pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Meninggalnya Fatoni menambah daftar korban jiwa dalam insiden tragis yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) lalu, menyusul rekannya, Rifa Kurnia Putra (15), yang tewas seketika di lokasi kejadian.

Advertisement

Berdasarkan data yang dihimpun, kondisi kesehatan Fatoni dilaporkan mengalami penurunan drastis sejak dini hari. Luka bakar yang mencapai 90 persen di sekujur tubuhnya membuat tim medis harus bekerja ekstra keras, meski akhirnya takdir berkata lain.

Pihak RSUD dr. Harjono melalui Humas mengonfirmasi bahwa segala upaya medis telah dilakukan secara maksimal untuk menyelamatkan nyawa pemuda tersebut.

"Pasien atas nama Ahmad Fatoni mengalami penurunan kesadaran yang signifikan sejak pukul 03.00 WIB. Mengingat tingkat luka bakar yang diderita mencapai 90 persen, terjadi komplikasi serius pada fungsi organ dalamnya. Kami telah berupaya semaksimal mungkin, namun pasien dinyatakan meninggal dunia pagi ini," ujar perwakilan RSUD dr. Harjono.

Kepergian Fatoni meninggalkan luka mendalam bagi keluarga di Desa Morosari. Diketahui, almarhum merupakan anak tunggal yang sejak kecil diasuh oleh neneknya. Saat ajal menjemput, sang ibu tidak berada di sampingnya karena sedang bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Tragedi ledakan petasan di Desa Plosojenar ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil yang besar. Rumah lokasi kejadian dilaporkan hancur berantakan akibat dahsyatnya ledakan bahan petasan tersebut.

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia