Advertisement
Peristiwa Daerah

Target 38 Ribu Ton, Serapan Beras Bulog Bondowoso Capai 37 Persen di Awal Maret

Bulog Cabang Bondowoso berhasil menyerap 14.010 ton beras petani hingga awal Maret 2026. Simak strategi Bulog menjaga harga gabah dan kualitas beras.

TIMES Indonesia,
Target 38 Ribu Ton, Serapan Beras Bulog Bondowoso Capai 37 Persen di Awal Maret
Perum Bulog Subdivre Bondowoso mencatat realisasi penyerapan gabah petani hingga awal Maret 2026 telah mencapai sekitar 14.010 ton setara beras. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Bondowoso Perum Bulog Bondowoso mencatatkan realisasi penyerapan gabah petani yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga awal Maret 2026, serapan telah mencapai 14.010 ton setara beras, atau sekitar 37 persen dari target tahunan khusus untuk wilayah Kabupaten Bondowoso.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Bondowoso, Hesty Retno Kusumastuti, menjelaskan bahwa target serapan untuk Kabupaten Bondowoso pada 2026 dipatok sebesar 38.132 ton setara beras. Sementara itu, total target serapan untuk seluruh wilayah kerja Bulog Cabang Bondowoso (termasuk Situbondo) mencapai 65.669 ton setara beras.

Advertisement

Menurut Hesty, percepatan penyerapan ini didukung oleh jaringan mitra penggilingan yang tersebar luas dari wilayah barat hingga timur Bondowoso.

“Penyerapan dilakukan hampir di seluruh wilayah karena kami didukung jaringan mitra kerja yang cukup luas,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Saat ini, Bulog bekerja sama dengan 23 mitra pengadaan untuk menyerap gabah langsung dari petani. Selain itu, terdapat 10 hingga 15 mitra maklon yang berperan dalam proses pengeringan serta penggilingan.

Hesty memaparkan bahwa gabah yang dibeli dari petani diproses melalui mitra maklon karena Bulog tidak memiliki fasilitas penggilingan mandiri di wilayah tersebut. “Gabah dari petani kami arahkan ke mitra maklon untuk proses pengeringan dan penggilingan hingga menjadi beras siap konsumsi,” jelasnya.

Tren Positif Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Capaian tahun ini menunjukkan tren yang jauh lebih positif dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada Februari tahun sebelumnya, serapan baru menyentuh angka 5 hingga 10 persen. Namun pada Februari 2026, realisasi sudah menembus angka 30 persen.

Advertisement

Pada 2025, Bulog Bondowoso-Situbondo juga berhasil melampaui target, dengan realisasi mencapai 43 ribu ton dari target 38 ribu ton setara beras. Hesty optimistis kesuksesan tersebut akan terulang tahun ini seiring dengan datangnya musim panen yang lebih awal.

Stabilitas Harga dan Kualitas Gabah

Dalam upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani, Bulog menetapkan harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai standar kualitas. Sementara untuk beras medium, harga pembelian dipatok sekitar Rp12.000 per kilogram.

Kebijakan harga ini menjadi instrumen penting untuk mencegah anjloknya harga gabah petani saat puncak panen raya, yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp4.000 per kilogram.

Di tengah tantangan musim hujan yang menyulitkan proses pengeringan manual, Bulog mengoptimalkan penggunaan fasilitas mesin pengering (dryer) milik mitra penggilingan.

“Penggunaan alat pengering membuat kualitas gabah lebih stabil dibandingkan hanya mengandalkan lantai jemur yang sangat bergantung pada cuaca,” pungkas Hesty. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia