Advertisement
Peristiwa Daerah

Ketika Joget Membuat Anak Yatim Makin Senang di Pekan Islami PT ACA ke-XIX

Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan telah mengubah model pertemuan dengan anak yatim tahun ini dengan banyak menyanyi dan berjoget.

TIMES Indonesia,
Ketika Joget Membuat Anak Yatim Makin Senang di Pekan Islami PT ACA ke-XIX
Komisaris Utama PT Augerah Citra Abadi memberikan tantangan kepada anak yatim (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Memasuki hari ke tujuh, Minggu (8/3/2026), acara penyerahan santunan anak yatim dalam rangka Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi (PT ACA) ke XIX, total berisi penuh kebahagiaan, kesenangan, hadiah dan hiburan yang meriah.

Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan telah mengubah model pertemuan dengan anak yatim tahun ini dengan banyak menyanyi dan berjoget. Kuis-kuis mulai sedikit dikurangi, meski tetap diberikan untuk hal-hal tertentu.

Advertisement

Sejak santunan yatim Pekan Islami PT ACA ke XIX diawali dari pendopo Kecamatan Sumberpucung, anak-anak yatim langsung diajak berjoget setelah ditawari memilih hadiah atau amplop. Banyak anak menjawab hadiah, artinya mereka memilih ikut berjoget.

Bersama 262 anak yatim, Bupati Malang HM Sanusi, MM, Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si. dan anggota DPRD Kabupaten Malang serta Muspika setempat menghadiri kegiatan rutin tahunan dari PT ACA untuk anak-anak yatim se-Kabupaten Malang ini.

Acara dilanjutkan ke Kecamatan Kromengan di GOR Badminton MCWNU dengan menyantuni 173 anak yatim, di Balai desa Kebobang kecamatan Wonosari di mana 238 anak yatim menerima santunan serta di Kantor BPU Ngajum menyantuni 238 anak yatim.

Pekan-IslamiPT-ACA-3.jpg
Wajah anak-anak yatim terlihat begitu bahagia ketika Iwan Kurniawan berada di tengah mereka usai melepas kebahagiaan lewat berjoget.(FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Total pada Minggu (8/3/2026) hari ini, santunan diberikan kepada 911 anak yatim di empat kecamatan.

Advertisement

Di empat kecamatan itu, Iwan Kurniawan sama sekali tidak mengesampingkan suasana kegembiraan.

Ketika Para pejabat pemerintahan diberi kesempatan untuk memberikan sambutan, ketika giliran Iwan Kurniawan, justru ia tidak mau memberikan sambutan. Ia memilih bagi-bagi hadiah.

Alhasil para pejabat itupun juga ikut larut dalam membahagiakan anak-anak yatim. Mereka bergiliran memimpin joget. Seru dan meriah.

Sesekali Bupati dan Sekda juga menyisipkan kesempatan untuk bersedekah kepada anak-anak yatim, kepada ibu-ibu pendamping anak-anak yatim juga kepada ibu-ibu Fatayat NU.

Acaranya dibangun spontan, tetapi seru, semakin cepat dan simple. 

Sejak hari keenam, Komisaris Utama PT ACA memang mengubah model pertemuan itu dengan tawaran hadiah tapi syaratnya harus berjoget.

Kalaupun ada item di luar acara joget, ia meminta anak-anak yatim menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Garuda Pancasila atau menghafal sila-sila Pancasila.  

Model itu saat ini menjadi andalan utamanya. "Saya akan membiasakan anak-anak untuk berani tampil dalam segala keadaan," ujarnya.

Mengajak berjoget, kata Iwan Kurniawan hanyalah sarana untuk anak-anak yatim berani tampil. Tujuan yang sebenarnya selain untuk berani tampil.

Menurutnya, joget itu bisa menginspirasi kegembiraan karena melibatkan kombinasi unik antara aktivitas fisik, respons neurobiologis (otak), dan ekspresi emosional. 

"Berjoget ini bukan hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga melepaskan zat kimia "bahagia" di dalam otak," katanya.

Pekan-IslamiPT-ACA-2.jpg
Beginilah ketika Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan ikut berjoget untuk menyenangkan anak yatim. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Karena itu Iwan juga selalu melarang para pendampingnya yang mencoba-coba mendorong-dorong anaknya untuk tampil ke depan hanya karena memburu hadiah.

"Saya ingin biarkan anak-anak atas inisiatifnya sendiri berani maju atau tampil ke depan. Itu memang menjadi tujuan saya. Biar mereka berani, biarkan mereka tulus bertindak, dan benar," kata Iwan Kurniawan lagi.

Namun yang jelas Bupati Malang, H.M Sanusi, MM sangat mendukung ide Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan ini yang sedang gencar mengajak joget anak-aak yatim kali ini.

"Joget sudah menjadi bahasa persatuan dan kebahagiaan. Jadi menurut saya tepat bila joget dijadikan model pertemuan kali ini," kata Sanusi yang tampaknya juga gemar berjoget. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia