Advertisement
Peristiwa Daerah

Ramadan Dihiasi Aksi Berbagi, 226 Anak Yatim Ngabuburit di Kodim Tasikmalaya

Sebanyak 226 anak yatim dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan Ramadan kali ini.

TIMES Indonesia,
Ramadan Dihiasi Aksi Berbagi, 226 Anak Yatim Ngabuburit di Kodim Tasikmalaya
Ratusan anak Yatim saat mengikuti Even Ngabuburit Bareng Anak Yatim di Makodim 0612 Tasikmalaya. Minggu (8/3/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Suasana Ramadan di Tasikmalaya kembali dipenuhi semangat berbagi.

Bukan sekadar menunggu azan magrib, ratusan anak yatim justru diajak merasakan kebersamaan dalam kegiatan sosial bertajuk Ngabuburit Bareng Anak Yatim Vol 9 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kodim 0612 Tasikmalaya, Minggu (8/3/2026) sore.

Advertisement

Sebanyak 226 anak yatim dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka dijemput dari 25 titik lokasi berbeda menggunakan kendaraan milik komunitas otomotif sebelum mengikuti rangkaian acara hingga berbuka puasa bersama.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan sosial di bulan suci Ramadan tidak selalu lahir dari institusi formal. Justru kolaborasi komunitas sering kali mampu menghadirkan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Hi.Look Bergerak, Musisi Peduli Tasikmalaya, serta dukungan dari Kodim 0612 Tasikmalaya.

Kolaborasi lintas komunitas ini menghadirkan kegiatan sosial yang tidak hanya memberi santunan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan pengalaman baru bagi anak-anak yatim.

Founder Hi.Look, Veni Zen, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian komunitas terhadap anak-anak yatim, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan nilai berbagi dan kepedulian sosial.

Advertisement

Menurutnya, proses mengumpulkan ratusan anak yatim tidak dilakukan secara sederhana. Panitia harus menjemput mereka dari berbagai wilayah.

“Sebanyak 226 anak yatim kita jemput dari 25 titik. Mereka mendapatkan santunan berupa uang, makanan, perlengkapan sekolah, alat salat, THR hingga paket snack lengkap,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun ini menjadi kali pertama komunitas Hi.Look terlibat dalam kegiatan tersebut. Meski baru bergabung, semangat kolaborasi yang terbangun membuat kegiatan berjalan lancar.

“Kita hanya menyalurkan kebaikan dari teman-teman yang ingin berbagi. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut dan ke depan semakin besar,” katanya.

Sementara itu Ketua Musisi Peduli Tasikmalaya, R Atik Suwardi, menjelaskan kegiatan ngabuburit tahun ini tidak hanya berisi santunan kepada anak yatim.

Panitia juga menyiapkan berbagai hiburan dan kegiatan edukatif agar anak-anak dapat menikmati suasana Ramadan dengan penuh kegembiraan.

Beragam kegiatan menarik digelar sepanjang sore, di antaranya Penampilan para talent dan musisi local, Demonstrasi penanganan kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aksi badut yang menghibur anak-anak.

Atraksi juggling dari pemain klub sepak bola kebanggaan kota, Persikotas Tasikmalaya, Selain hiburan, anak-anak juga mendapatkan pengalaman unik dari personel TNI.

Para prajurit memberikan edukasi berupa simulasi bongkar pasang senjata yang dikemas secara edukatif agar anak-anak mengenal profesi tentara dan nilai kedisiplinan.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Kita tetap mengundang Pemkot Tasikmalaya, mungkin sedang ada kesibukan. Tahun lalu sempat hadir,” kata Atik.

Ia menegaskan kegiatan ini telah berjalan selama sembilan tahun dan akan terus dilaksanakan setiap Ramadan. “InsyaAllah kegiatan ini akan terus kita lakukan setiap Ramadan,” ujarnya.

Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, M Imvan Ibrahim, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai komunitas yang mampu menghadirkan kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan masyarakat dapat melahirkan gerakan positif bagi lingkungan sekitar.

“Dengan persiapan sekitar sepekan, alhamdulillah kita bisa berkumpul untuk ngabuburit bersama adik-adik yatim di Tasikmalaya,” katanya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak menunda melakukan kebaikan. “Jangan menunda berbuat kebaikan. Selama kita mampu, mari kita berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Selain itu, ia memberikan pesan khusus kepada anak-anak yatim yang hadir agar tetap semangat menjalani kehidupan.

“Kehidupan ini adalah perjalanan. Mari kita isi dengan amal dan kebaikan sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Kegiatan ngabuburit bersama anak yatim sebenarnya bukan hal baru di Tasikmalaya. Kota yang dikenal sebagai kota santri ini memiliki tradisi kuat dalam kegiatan sosial selama Ramadan.

Dalam budaya masyarakat Sunda, Ramadan sering diisi dengan berbagai aktivitas seperti Ngabuburit, menunggu waktu berbuka dengan kegiatan positif, Santunan anak yatim, Buka puasa bersama masyarakat, Pengajian dan tadarus Al-Qur’an.

Tradisi tersebut memperkuat nilai gotong royong yang telah lama hidup di masyarakat Tasikmalaya.

Secara sosiologis, kegiatan berbagi di bulan Ramadan juga memiliki dampak besar bagi solidaritas sosial.

Menurut berbagai penelitian sosial di Indonesia, kegiatan amal di bulan Ramadan meningkat signifikan karena masyarakat merasa terdorong untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Hal ini sejalan dengan nilai ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk memperbanyak sedekah di bulan suci. Di tengah berbagai kesibukan kota, kegiatan sederhana seperti ini justru menghadirkan makna mendalam tentang Ramadan.

Tak selalu harus dengan panggung besar atau acara megah. Kadang, kebahagiaan cukup hadir dari hal sederhana.

Menjemput anak-anak yatim dari gang-gang kecil, mengajak mereka berkumpul, tertawa bersama, lalu duduk berdampingan menunggu waktu berbuka.

Bagi ratusan anak yatim yang hadir, sore itu bukan sekadar menunggu azan magrib. Mereka merasakan perhatian, kebahagiaan, dan kehangatan yang mungkin jarang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan bagi masyarakat Tasikmalaya, kegiatan ini menjadi pengingat sederhana bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi, kepedulian, dan kemanusiaan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia