Advertisement
Peristiwa Daerah

Volume Kendaraan Diprediksi Naik, Cermati Titik Rawan Macet di Kabupaten Malang Ini

Volume kendaraan sebelum dan sesudah lebaran tahun ini diprediksi ada peningkatan 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun lalu.

TIMES Indonesia,
Volume Kendaraan Diprediksi Naik, Cermati Titik Rawan Macet di Kabupaten Malang Ini
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Dinas Perhubungan Kabupaten Malang telah memetakan potensi kerawanan macet akibat volume kendaraan di pekan akhir Ramadan atau menjelang Lebaran 2026 ini.

Kadishub Kabupaten Malang Eko Margianto menyampaikan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral di Polres Malang, untuk memprediksi arus dan pemetaan kerawanan lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang.

Advertisement

Berdasarkan hasil koordinasi bersama itu, poin-poin penting berikut perlu disampaikan untuk menjadi perhatian terutama oleh pemudik. Salah satunya, estimasi volume kendaraan yang melintas.

"Estimasinya, total kendaraan (Roda 2 dan Roda 4) yang melintas atau masuk ke Kabupaten Malang, diprediksi mencapai 1,2 juta sampai 1,5 juta unit selama, periode H-7 hingga H+7 Lebaran," terang Eko Margianto, Minggu (15/3/2026).

Dikatakan, volume kendaraan sebelum dan sesudah lebaran tahun ini diprediksi ada peningkatan. Kenaikan volume diprediksi 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain kepadatan arus dan volume kendaraan yang melintas, disebutkan pula titik-titik jalur yang berpotensi rawan kemacetan. 

Menurut Eko, setidak terpetakan 6 (enam) titik rawan macet menjelang dan sesudah lebaran di Kabupaten Malang. Rinciannya adalah

Advertisement
  1. Jalur utama Malang - Blitar (Kebonagung arah Kepanjen)
  2. Jalur wisata utara (Karanglo – Karangploso)
  3. Simpang Jalibar - Talangagung di Kepanjen
  4. Koridor Tol Pakis (Kawasan Wendit - Exit Tol Pakis)
  5. jalan nasional Slorok - Sumberpucung,
  6. Jalur ke Pantai Selatan (Gondanglegi - Balekambang). 

Pihaknya mengimbau masyarakat manfaatkan Jalur Alternatif untuk menghindari kepadatan di titik-titik krusial seperti Karanglo dan Kebonagung.

"Gunakan jalur alternatif yang telah kami siapkan dan ikuti petunjuk arah serta arahan petugas di lapangan," demikian Eko Margianto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia