Advertisement
Peristiwa Daerah

Disnakkan Bondowoso Alokasikan 17 Ribu Vaksin untuk Kendalikan PMK

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggenjot vaksinasi ternak sapi dengan menyalurkan 17 ribu dosis vaksin guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.

TIMES Indonesia,
Disnakkan Bondowoso Alokasikan 17 Ribu Vaksin untuk Kendalikan PMK
Proses vaksinasi oleh petugas Disnakkan Bondowoso untuk mengantisipasi penularan PMK (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di awal tahun 2026 terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggenjot vaksinasi ternak sapi dengan menyalurkan 17 ribu dosis vaksin guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mencatat masih adanya puluhan kasus PMK pada ternak sapi.

Advertisement

Menyikapi hal ini, vaksinasi tahap pertama digulirkan sejak 2 Februari dan ditargetkan selesai pada 10 April 2026. Total 17 ribu dosis vaksin telah dialokasikan untuk pelaksanaan tahap awal tahun ini.

Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono mengatakan, vaksin tersebut berasal dari anggaran APBN melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan telah diterima pada 28 Januari 2026.

"Ada 17.000 dosis vaksin tahap I tahun 2026 untuk Kabupaten Bondowoso," ujarnya sebagaimana dikutip TIMES Indonesia, Selasa (17/3/2026). 

Selanjutnya, vaksin didistribusikan ke lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di Bondowoso. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan wilayah kerja masing-masing serta jumlah populasi ternak di tiap daerah.

Hendri menjelaskan, potensi kemunculan kasus PMK masih cukup tinggi, terutama akibat mobilitas ternak antar wilayah yang memicu risiko penularan. Penyakit ini sendiri tergolong dalam Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Advertisement

Oleh karena itu, vaksinasi terus digencarkan secara luas, tidak hanya di Bondowoso tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. 

Upaya ini tetap dilakukan meskipun suatu daerah telah mencapai zero case, mengingat status Jawa Timur secara umum masih termasuk wilayah tertular. 

“sesuai dengan Permentan dan Kepmentan tentang status situasi penyakit hewan, maka vaksinasi akan tetap dilaksanakan," imbuhnya.

Hendri juga menegaskan bahwa vaksinasi PMK bagi ternak sapi tidak dipungut biaya. Peternak diminta segera mendaftarkan ternaknya ke Puskeswan terdekat agar mendapatkan vaksinasi. "Vaksin PMK ini gratis," tegasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia