Advertisement
Peristiwa Daerah

Ribuan Jemaah Muhammadiyah Laksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Alun - alun Banjarnegara

Jemaah Muhammadiyah di Banjarnegara menggelar shalat Idul Fitri di alun-alun.

TIMES Indonesia,
Ribuan Jemaah Muhammadiyah Laksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Alun - alun Banjarnegara
Ribuan warga kota Banjarnegara melaksanakan shalat Idul Fitri di alun alun. (FOTO: Dok Kominfo)
A-AA+

Banjarnegara Ribuan umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, memadati Alun-alun Kota Banjarnegara untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Jumat pagi (20/3/2026). 

‎Hadir sebagai Imam sekaligus Khatib dalam pelaksanaan sholat gelombang pertama ini adalah Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Pusat.

Advertisement

‎Dalam khotbahnya Prof. Sudarnoto mengajak jemaah untuk merenungkan hakikat takwa yang diperoleh pasca-Ramadan.

‎Ia menekankan bahwa takwa tidak boleh berhenti pada aspek ritual semata seperti sholat dan puasa, melainkan harus terwujud dalam kepedulian sosial dan keberanian moral.

‎"Takwa harus tampak dalam sikap hidup kita di tengah masyarakat. Orang yang bertakwa adalah mereka yang peduli pada kebaikan bersama, memperjuangkan keadilan, dan berani mencegah kemungkaran atau amar ma'ruf nahi munkar," katanya di hadapan ribuan jemaah.

CDN Image

‎Secara khusus, Prof. Sudarnoto menyoroti krisis kemanusiaan yang sedang melanda dunia, terutama penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

Advertisement

‎Ia mengingatkan bahwa saat umat Muslim di Indonesia bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara di Gaza justru terhambat aksesnya menuju Masjidil Aqsa akibat penindasan.

‎"Tauhid adalah kekuatan pembebasan. Keimanan harus melahirkan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Seorang mukmin tidak boleh acuh terhadap kezaliman sistematis, baik yang dilakukan oleh individu maupun negara," tambahnya.

‎Perbedaan waktu penetapan 1 Syawal 1447 H tahun ini tidak menyurutkan semangat kebersamaan di Banjarnegara.Pemerintah Kabupaten melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) telah menyiapkan "Dua Skenario" untuk memfasilitasi seluruh umat Islam.

‎Ketua PHBI Banjarnegara, Tursiman S. Sos, menyatakan bahwa fasilitas Alun-alun dibuka untuk dua kali pelaksanaan shalat Idul Fitri guna mengakomodasi perbedaan penanggalan 1 Syawal 1447 H. 

‎Jumat (20/3/2026), khusus bagi warga yang merayakan lebih awal (Muhammadiyah), dengan Imam/Khatib Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim.

‎Sedangkan Sabtu (21/3/2026), disiapkan bagi warga yang mengikuti hasil Sidang Isbat Pemerintah. Pada hari Sabtu, tugas Imam akan diemban oleh Dr. H. Ahmad Nafis Atoillah (Ketua Lakpesdam PCNU), sementara Khatib oleh Dr. H. Attabik Hasan Ma'ruf (Ketua PC GP Ansor).

‎"Perbedaan penanggalan bukan penghalang, justru harus menjadi perekat ukhuwah Islamiyah kita. Kami pastikan pemerintah hadir melayani seluruh lapisan masyarakat," ujar Tursiman, Pj Sekda Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia