Advertisement
Peristiwa Daerah

Bantuan ATENSI Kemensos Jadi Harapan Baru Warga Kota Tasikmalaya

Ratusan warga Tasikmalaya memadati Gedung Juang untuk menerima bantuan sosial ATENSI Kemensos bagi 490 penerima manfaat, menyasar kelompok rentan hingga penyandang disabilitas.

TIMES Indonesia,
Bantuan ATENSI Kemensos Jadi Harapan Baru Warga Kota Tasikmalaya
Sejumlah petugas Kemesos saat menyiapkan paket bantuan Atensi di Gedung Juang, Tasikmlaya, Senin (30/3/2026). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Sejak pagi hari, ratusan warga mulai berdatangan dan memadati Gedung Juang Kota Tasikmalaya, Senin (30/3/2026).

Dengan penuh harap, mereka mengantre untuk menerima bantuan sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Advertisement

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda bakti sosial dan penyaluran terpadu bantuan ATENSI yang digelar oleh Kementerian Sosial RI bersama Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. 

Program tersebut menyasar ratusan warga yang telah terdata dalam sistem Pusdatin Kemensos. Sejak matahari belum tinggi, suasana di Gedung Juang sudah dipenuhi warga dari berbagai penjuru Kota Tasikmalaya. 

Mereka datang dengan berbagai latar belakang orang tua, anak-anak, hingga penyandang disabilitas semua membawa satu harapan yang sama  mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban hidup sehari-hari.

Salah satu warga Kp. Ade saat ditemui TIMES Indonesia memgungkapkan rasa senangnya sudah tercatat akan menerima bantuan untuk anaknya penyandang disabilitas netra.

"Alhamdulilah, saya tercatat mendapat bantuan buat anak saya penyandang disabilitas, bantuan ini sangat berharga buat keluarga," ungkap Ade, Senin (30/6/2026)

Advertisement

Bagi sebagian warga, bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga simbol perhatian dan kepedulian negara terhadap kondisi mereka.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Endang Sunardi, mengungkapkan bahwa total penerima manfaat dalam program ini mencapai 490 orang.

“Data penerima kami terima dari Pusdatin Kementerian Sosial, kemudian diverifikasi ulang agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Adapun bantuan ATENSI yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain Nutrisi 169 orang, Sarana kamar 437 orang, Sarana dapur 222 orang, Kebersihan diri 301 orang, Peralatan sekolah 138 orang, Tunggakan sekolah 5 orang dan batuan  kewirausahaan sebanyak 30 orang.

Bantuan tersebut tidak diberikan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat, sehingga lebih tepat sasaran.

Endang menjelaskan bahwa penyaluran bantuan difokuskan di tiga titik wilayah Kecamatan Tawang. 

Proses verifikasi menjadi kunci agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Setelah menerima data dari pusat, kami lakukan verifikasi ulang sebelum dilaporkan kembali sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi serta akurasi data penerima manfaat, sehingga program bantuan sosial dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Tak hanya masyarakat umum, program ATENSI juga menyasar kelompok rentan, termasuk warga dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 Bantuan turut diberikan kepada Yayasan ODGJ Mentari Hati sebagai bentuk dukungan terhadap rehabilitasi sosial.

Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Sosial juga mendorong pendataan ODGJ agar memiliki identitas resmi. 

Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Kami melakukan perekaman biometrik agar mereka memiliki identitas. Dengan begitu, akses terhadap bantuan pemerintah bisa terbuka,” tambah Endang.

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya inklusi sosial, agar tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak-haknya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik dukungan dari Kementerian Sosial RI, termasuk perhatian langsung dari Menteri Sosial beserta jajaran. 

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan sosial.

“Semoga bantuan sosial ini tidak hanya berhenti hari ini, tetapi dapat berkelanjutan sehingga masyarakat terus merasakan manfaatnya,” pungkas Endang.

Di balik antrean panjang dan paket bantuan yang dibagikan, tersimpan cerita tentang harapan, perjuangan, dan kepedulian. Program ATENSI bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga upaya membangun kembali kemandirian dan martabat masyarakat.

Bagi warga yang hadir di Gedung Juang hari itu, bantuan ini menjadi titik awal bukan akhir dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih layak.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia