Advertisement
Peristiwa Daerah

Bupati Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai, Fokus Cegah Banjir hingga Jaga Lingkungan

Bupati Sidoarjo Subandi menerapkan strategi penanganan banjir yang dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

TIMES Indonesia,
Bupati Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai, Fokus Cegah Banjir hingga Jaga Lingkungan
Sejumlah petugas saat membersihkan tumpukan sampah yang menutup aliran sungai di Sidoarjo. (FOTO: Syaiful Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sidoarjo Bupati Sidoarjo, Subandi memerintahkan jajarannya untuk terus melakukan normalisasi sungai yang mengalami sidementasi maupun tumpukan sampah menekan resiko banjir sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

Dalam beberapa hari terakhir, normalisasi sungai dengan menurunkan alat berat dilakukan di anak Afour Kemambang di Kelurahan Urang Agung, saluran Purboyo Desa Kepuhkemiri, hingga saluran MK Dungus yang sampahnya diangkut ke TPA Jabon. 

Advertisement

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi penanganan banjir yang dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Endapan lumpur dan sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air. Saat hujan deras, ini berpotensi menyebabkan sungai meluap. Karena itu, normalisasi kami lakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai,” ujarnya, Rabu (1/4/2025).

Selain di tiga titik tersebut, kegiatan serupa juga dilakukan di saluran Ketawang Desa Jumputrejo dengan dukungan mobilisasi armada, saluran Kedungkampil Desa Kedungkampil, serta saluran MK Desa Kebonanom.

Bupati Subandi menjelaskan, normalisasi tidak hanya berfungsi mencegah banjir, tetapi juga memperlancar aliran air yang terganggu akibat sedimentasi. Sungai yang dangkal membuat aliran air melambat dan berpotensi menimbulkan genangan.

“Dengan pengerukan dan pembersihan, aliran air menjadi lebih lancar sehingga bisa mengurangi risiko genangan di wilayah permukiman,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut, ia menyebut pembersihan sampah di saluran air juga berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan. Sampah yang menumpuk selama ini menjadi salah satu sumber pencemaran dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kalau sungai bersih, kualitas air ikut membaik dan ekosistem tetap terjaga. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan kita,” tambahnya.

Menurutnya, normalisasi juga menjadi langkah penting untuk mencegah pendangkalan sungai akibat sedimentasi berlebih serta melindungi infrastruktur di sekitar aliran sungai, seperti jembatan, tanggul, dan permukiman warga.

Subandi pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Upaya ini tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar sungai tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia