Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Satu Warga Manado Meninggal Tertimpa Reruntuhan
Gempa magnitudo 7,6 di perairan Bitung, Sulawesi Utara, menyebabkan dua korban di Manado. BMKG keluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Sulut dan Maluku Utara.
MANADO – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (pukul 06.48 Wita), menyebabkan korban jiwa di Kota Manado.
Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengatakan dua warga menjadi korban akibat gempa tersebut. Satu korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan dan telah dievakuasi ke rumah sakit. Sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah melompat dari sebuah toko saat gempa terjadi.
“Korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, sedangkan satu korban lainnya patah kaki karena melompat dari toko,” ujar Nuriadin di Manado.
Basarnas Sulut hingga kini masih melakukan pendataan dan penelusuran untuk memastikan kemungkinan adanya korban lain akibat gempa tersebut.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, dengan kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut. Guncangan gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Manado.
BMKG juga telah mengeluarkan pemutakhiran informasi berupa peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebut sedikitnya tujuh daerah berstatus siaga tsunami.
Di Provinsi Maluku Utara, wilayah yang berpotensi siaga tsunami meliputi Ternate, Halmahera, dan Tidore. Sementara di Sulawesi Utara mencakup Kota Bitung, Kabupaten Minahasa bagian selatan, Kabupaten Minahasa Selatan bagian selatan, serta Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan.
Selain itu, BMKG juga menetapkan sejumlah wilayah dalam status waspada tsunami, di antaranya Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow bagian selatan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Pastikan bangunan tempat tinggal aman dan tidak mengalami kerusakan yang membahayakan sebelum kembali ke dalam rumah,” kata Zulkifli.
BMKG juga menegaskan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


