Kota Ternate Turut Rasakan Gempa Magnitudo 7,6 yang Guncang Perairan Malut-Sulut
Berdasarkan analisis cepat BMKG, pusat gempa (episenter) berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur.
TERNATE – Masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara Kamis (2/4/2026), mendadak berubah mencekam. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang kawasan perairan yang menjadi batas antara Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut).
Getarannya yang kuat membangunkan warga sekaligus sempat memicu alarm bahaya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): waspada tsunami.
Berdasarkan analisis cepat BMKG, pusat gempa (episenter) berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur.
Lokasi tepatnya sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman yang relatif menengah, yakni 62 kilometer. Gempa jenis ini, yang dipicu oleh aktivitas subduksi di kawasan Laut Maluku, berpotensi menimbulkan gelombang laut yang membahayakan.
Guncangan keras terasa hingga ke sejumlah wilayah di kedua provinsi. Jarak episenter yang tercatat hanya 133 kilometer dari Kayu Merah membuat getaran dirasakan sangat nyata oleh masyarakat.
“Saya terbangun karena tempat tidur bergoyang cukup kuat. Lemari di rumah juga berbunyi,” ujar Iswanto seorang warga RT 06 Kayu Merah.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan pemantauan intensif terhadap potensi gelombang tsunami lanjutan serta gempa susulan (aftershock) yang kerap terjadi pasca-gempa besar.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selalu mengacu pada kanal informasi resmi dari BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan otoritas terkait guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Ikuti arahan resmi dan hindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan parah atau korban jiwa, namun kewaspadaan warga di wilayah pesisir masih berada pada level tertinggi. Situasi terus berkembang dan akan diperbarui. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


