Advertisement
Peristiwa Daerah

BGN Temukan SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar, Jumlah Pemasok Minim

BGN menemukan sejumlah SPPG di Tulungagung belum memenuhi syarat minimal 15 pemasok. Fasilitas dan kualitas bahan baku juga jadi sorotan evaluasi.

TIMES Indonesia,
BGN Temukan SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar, Jumlah Pemasok Minim
ilustrasi Makan Bergizi Gratis.
A-AA+

TULUNGAGUNG Pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperketat. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

Koordinator BGN wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengungkapkan bahwa masih ada SPPG yang hanya memiliki tiga hingga lima pemasok bahan baku.

Advertisement

Padahal, sesuai ketentuan, setiap SPPG wajib memiliki minimal 15 penyuplai guna mencegah praktik monopoli dan memastikan keberagaman sumber bahan pangan.

Cegah Monopoli dan Jaga Kualitas

“Sesuai instruksi dari pusat, setiap SPPG harus memiliki minimal 15 penyuplai,” ujar Sebrina.

Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan sekaligus menjamin kualitas bahan baku yang digunakan dalam program MBG.

Untuk memastikan kepatuhan, setiap SPPG diawasi oleh tiga petugas BGN, yakni kepala SPPG, tenaga akuntansi, dan pengawas gizi.

BGN menegaskan bahwa pada tahun 2026, fokus utama adalah peningkatan kualitas menu, penguatan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Advertisement

Selain itu, pengawasan terhadap bahan baku juga diperketat. Staf di lapangan diberi kewenangan untuk memberikan teguran hingga merekomendasikan pemasok baru jika ditemukan kualitas yang tidak sesuai standar.

Fasilitas Masih Jadi Kendala

Tak hanya soal pemasok, BGN juga menemukan sejumlah kekurangan fasilitas di beberapa SPPG. Di antaranya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) belum memadai, tidak tersedia tandon dan filter air, penggunaan air dari depot isi ulang, dan lokasi dapur yang berdekatan dengan kandang ternak.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

Target Perbaikan Menyeluruh

BGN berharap seluruh SPPG di Tulungagung dapat segera memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi jumlah pemasok maupun kelengkapan fasilitas.

Langkah ini penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia