Advertisement
Peristiwa Daerah

Viral di Medsos, PLN UP3 Gresik Fasilitasi Geser Trafo Masjid Banyubang Tanpa Biaya

PLN UP3 Gresik pastikan pemindahan trafo di depan Masjid At-Taqwa Lamongan gratis. Sempat viral karena isu biaya Rp80 juta, PLN sebut terjadi miskomunikasi.

TIMES Indonesia,
Viral di Medsos, PLN UP3 Gresik Fasilitasi Geser Trafo Masjid Banyubang Tanpa Biaya
Pemindahan trafo Masjid Banyubang Lamongan. (Foto: PLN UP3 Gresik for TIMES Indonesia)
A-AA+

Gresik Usai menjadi perbincangan hangat di media sosial, PLN UP3 Gresik akhirnya memfasilitasi pergeseran trafo yang berada di depan Masjid At-Taqwa, Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Manajer PLN UP3 Gresik, Suhandopo menegaskan bahwa pemindahan trafo dan tiang listrik tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun. Hal ini dikarenakan pergeseran aset tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat umum.

Advertisement

"Intinya untuk kepentingan masyarakat umum, khususnya untuk rumah ibadah, tidak ada biaya sama sekali," ungkap Suhandopo usai audiensi bersama tokoh masyarakat Banyubang yang dihadiri pula oleh Wakil Wali Kota Surabaya dan Wakil Bupati Lamongan di Kantor UP3 Gresik, Selasa (7/4/2026).

Suhandopo menjelaskan bahwa polemik yang sempat muncul disebabkan oleh kesalahpahaman informasi antara pihak PLN dan takmir masjid. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan rincian biaya terkait rencana pemindahan tersebut.

"Hari ini proses pemindahan mulai dilakukan. Kami juga memprioritaskan agar tidak terjadi pemadaman listrik di wilayah sekitar, sehingga pengerjaan dilakukan dengan sangat hati-hati," ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Banyubang, Sholahuddin, menyambut baik langkah solutif dari PLN. Ia mengapresiasi kebijakan PLN yang akhirnya menggratiskan biaya pemindahan yang sebelumnya dikabarkan mencapai puluhan juta rupiah.

"Yang selama ini ada miskomunikasi dan kebuntuan, sekarang sudah terjawab clear terang benderang. Terima kasih sudah digratiskan, dari (informasi) Rp80 juta jadi gratis. Alhamdulillah," tutur Sholahuddin.

Advertisement

Kronologi Polemik di Media Sosial

Permasalahan ini mencuat ke publik setelah unggahan video Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, viral. Dalam video tersebut, masyarakat Desa Banyubang mengeluhkan beban biaya pemindahan trafo sebesar Rp80 juta yang dinilai menghambat proses renovasi masjid.

Armuji mengungkapkan bahwa aduan tersebut ia terima secara spontan saat sedang berkunjung ke Kabupaten Lamongan.

"Kedatangan saya bukan sengaja ke masjid. Saat itu saya diajak panen durian oleh Pak Sholahuddin, lalu masyarakat menyampaikan keluhan (disambati) soal keberadaan trafo di depan masjid," jelas pria yang akrab disapa Cak Ji tersebut.

Cak Ji kemudian menjembatani komunikasi antara warga dengan manajemen PLN dan Pemkab Lamongan. Ia mengaku lega karena keluhan warga direspon positif secara cepat.

"Kami komunikasikan ke PLN, dan ternyata direspon sangat baik. Per hari ini pergeseran tiang sudah diproses. Yang penting sudah jelas dan gratis," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia