Lansia Kembali Dilaporkan Hilang di Banyuwangi, Tim Gabungan Sisir Lakukan Pencarian
Kabar lansia hilang di Banyuwangi, Jawa Timur bertambah. Laporan terbaru datang dari Kecamatan Kalibaru, di mana seorang nenek asal Desa Kalibarumanis dikabarkan menghilang dari rumahnya.
BANYUWANGI – Kabar lansia hilang di Banyuwangi, Jawa Timur bertambah. Laporan terbaru datang dari Kecamatan Kalibaru, di mana seorang nenek asal Desa Kalibarumanis dikabarkan menghilang dari rumahnya.
Lansia tersebut diketahui bernama bernama Buyadi (65). Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Buyadi dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2026) pagi, dan hingga kini, keberadaannya belum diketahui dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Laporan hilangnya Buyadi selama lima hari terakhir menambah daftar lansia yang hilang di Banyuwangi. Kejadian ini hanya berselang singkat dari kasus serupa di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat.
Dalam kasus kehilangan itu, seorang nenek bernama Sitinah (78) juga dilaporkan menghilang selama tiga hari sejak Senin (6/4/2026). Hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (8/4/2026).
Khawatir Buyadi belum juga pulang, membuat pihak keluarga mulai melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pencarian gabungan yang terdiri dari BPBD Banyuwangi, Polsek Kalibaru, TNI, pemerintah desa, serta warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Agen Informasi Bencana BPBD Banyuwangi, Ismanto, membenarkan adanya laporan warga hilang tersebut. Dirinya menyebut proses pencarian telah dilakukan sejak laporan diterima.
“Benar, kami menerima laporan adanya warga hilang di wilayah Kalibarumanis. Saat ini tim gabungan sudah melakukan pencarian di sekitar lokasi,” katanya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Ismanto, pencarian difokuskan pada area yang sering dilalui korban, termasuk kawasan perkebunan dan jalur sekitar pemukiman warga.
“Kami menyisir area sekitar rumah korban, termasuk kebun dan jalur yang biasa dilewati. Pencarian dilakukan bersama warga agar lebih cepat menjangkau titik-titik yang memungkinkan,” jelasnya.
Kondisi geografis wilayah Kalibarumanis yang didominasi area perkebunan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
“Medannya cukup luas dan sebagian berupa kebun, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra dalam penyisiran,” ungkap Ismanto.
Ismanto mengimbau masyarakat untuk ikut membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban.
“Kami berharap jika ada warga yang melihat atau mengetahui informasi terkait korban, segera melapor agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar Desa Kalibarumanis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


