Advertisement
Peristiwa Daerah

PW PMMBN Jatim 1 Gelar Sapa Akar Bangsa Perkuat Bela Negara Mahasiswa

PW PMMBN Jatim 1 menggelar forum SAPA AKAR BANGSA di Surabaya untuk memperkuat moderasi beragama dan bela negara di kalangan mahasiswa melalui pendekatan humanis.

TIMES Indonesia,
PW PMMBN Jatim 1 Gelar Sapa Akar Bangsa Perkuat Bela Negara Mahasiswa
Forum bertajuk Sapa Akar Bangsa yang digelar PW PMMBN di Aula Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur. (FOTO: Kemenag Jatim for TIMES Indonesia)
A-AA+

Surabaya Narasi kebangsaan tidak selalu lahir dari podium formal yang kaku. Di Surabaya, gagasan menjaga keutuhan negeri mengalir melalui pendekatan yang lebih membumi. Mahasiswa diajak merajut kembali nilai moderasi dan bela negara melalui forum dialog santai sembari sarapan.

Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) Jawa Timur 1 menggelar forum bertajuk "SAPA AKAR BANGSA" (Sarapan Afirmasi Akar Moderasi Beragama dan Bela Negara), Senin (6/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema strategis "Sinergi Aksi Teknis dan Strategi Preventif dalam Merajut Moderasi Beragama serta Kedaulatan Negara".

Advertisement

Acara ini digelar sebagai respons atas dinamika kebangsaan yang kian kompleks, mulai dari polarisasi di media sosial hingga ancaman paham intoleransi. Dalam forum yang dipandu Neng Himmatul Aliyah ini, mahasiswa diposisikan sebagai subjek aktif penjaga kedaulatan.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI, Dr. M. Munir, M.A., menegaskan pentingnya kolaborasi antara spiritualitas dan nasionalisme dalam menjaga stabilitas negara.

"Kokohnya kesatuan bangsa sangat bergantung pada komitmen kebangsaan yang kuat dan pemahaman keagamaan yang moderat. Dua hal ini harus berjalan beriringan," tegas Munir.

Senada dengan hal itu, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menantang mahasiswa untuk menjadi benteng pertama di tengah masyarakat. Ia berharap generasi muda mampu menjadi aktor preventif yang merajut moderasi secara berkelanjutan melalui langkah nyata.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Deklarasi Kebangsaan

Forum ini menyatukan berbagai perspektif, mulai dari akademisi, birokrasi, hingga aparat keamanan. Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Pol Eko Santoso, bersama Staf Ahli Pangdam V/Brawijaya, Kolonel Benny, sepakat bahwa pendekatan humanis dan edukatif adalah kunci menanamkan cinta tanah air pada Gen Z dan milenial.

Advertisement

“Upaya menumbuhkan cinta tanah air di kalangan pemuda harus dilakukan melalui pembinaan yang berkelanjutan dan pendekatan yang edukatif,” terang Kombes Pol Eko Santoso.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan 'Deklarasi Kebangsaan'. Penandatanganan komitmen ini dilakukan oleh tokoh lintas sektor bersama Ketua PW PMMBN Jawa Timur 1, Cindi Romantika Oktaviani.

Langkah konkret juga disiapkan oleh Pemerintah Provinsi. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Dr. H. Adi Wawan Guntoro, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi ide kreatif mahasiswa menjadi aksi nyata.

Membumikan Moderasi Beragama

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, berpesan agar moderasi tidak berhenti pada level teori, melainkan harus membumi dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Moderasi beragama harus terus diperkuat dalam konteks kewilayahan agar benar-benar menjadi praktik hidup di tengah masyarakat,” pesan Sruji.

Melalui SAPA AKAR BANGSA, PW PMMBN Jatim 1 membuktikan bahwa merawat Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana yang bertransformasi menjadi gerakan kolektif demi kedaulatan bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia