Bupati Sidoarjo Sidak TPS3R Terungkulon, Perintahkan DLHK Bersihkan Tumpukan Sampah
Bupati Sidoarjo Subandi menginstruksikan pembersihan total tumpukan sampah di TPS3R Terungkulon yang mengganggu lingkungan Pesantren Al-Amanah.
SIDOARJO – Kondisi memprihatinkan terlihat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Tumpukan sampah yang menggunung dan mengeluarkan bau tak sedap dilaporkan telah terbengkalai selama tiga bulan akibat vakumnya pengelolaan di lokasi tersebut.
Kondisi ini memicu polusi udara karena sampah yang menumpuk kerap dibakar secara liar. Dampaknya pun dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar, terutama Pesantren Al-Amanah Junwangi yang lokasinya berdekatan dengan TPS3R tersebut.
Merespons keluhan warga, Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Rabu (8/4/2026). Ia menginstruksikan agar seluruh sampah segera diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon.
"Saya sudah perintahkan DLHK untuk segera membersihkan sampah ini, di-clean up, sehingga tidak mengganggu lingkungan karena di sini dekat pesantren," tegas Subandi di sela-sela peninjauan.
Selain pembersihan darurat, Subandi meminta Pemerintah Desa Terungkulon segera mencari solusi jangka panjang melalui Musyawarah Desa (Musdes). Ia mendorong pembentukan Koperasi Pengelola Sampah (KSP) untuk menata kembali teknis manajemen sampah di lokasi tersebut.

Menurut Subandi, keberadaan TPS3R seharusnya menjadi solusi, bukan masalah baru bagi aktivitas pendidikan dan masyarakat sekitar.
"Kalau dibiarkan menumpuk seperti ini, ini tidak mendidik. Segera bentuk KSP yang kompeten untuk mengelola TPS ini agar manfaatnya terasa," imbuhnya.
Senada dengan hal itu, Pengasuh Pesantren Al-Amanah, KH Nurcholis Misbah, menyayangkan belum maksimalnya pengelolaan TPS3R Terungkulon. Padahal, keberadaan fasilitas tersebut sangat vital untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
"Terima kasih kepada Pak Bupati. Kemarin saya melaporkan adanya tumpukan sampah dan hari ini beliau berkenan datang bersama dinas terkait untuk melakukan pembersihan," ujar Kyai Misbah.
Ia mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah dan berharap setelah proses sterilisasi lokasi selesai, sistem tata kelola sampah yang baru dapat berjalan lebih profesional dan bebas polusi.
"Ini respons luar biasa yang perlu kami apresiasi, kita tunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


