Advertisement
Peristiwa Daerah

GM FKPPI Dukung Program Pemerintah, Siap Kawal Koperasi Merah Putih

GM FKPPI meminta maaf atas video viral di proyek KDKMP Pasuruan dan menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah.

TIMES Indonesia,
GM FKPPI Dukung Program Pemerintah, Siap Kawal Koperasi Merah Putih
Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Ir. Agoes Soerjanto, MT. (Foto: GM FKPPI)
A-AA+

SURABAYA Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) menegaskan komitmennya sebagai anak ideologis TNI-Polri untuk mendukung dan mengawal program pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).

Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah kader GM FKPPI mendatangi lokasi proyek KDKMP di Pasuruan.

Advertisement

Ketua PD XIII GM FKPPI, Ir. Agoes Soerjanto, MT, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat video tersebut. “Kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Sama sekali tidak ada maksud menghambat pembangunan KDKMP,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, kedatangan kader GM FKPPI bertujuan memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan profesional dan sesuai spesifikasi teknis. Langkah tersebut diambil setelah adanya aduan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi proyek.

“Kalau tidak sesuai spesifikasi, kami khawatir akan membahayakan masyarakat pengguna nantinya. Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan berjalan semestinya dan transparan,” tegasnya.

GM FKPPI menegaskan dukungannya terhadap program Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Organisasi tersebut menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah untuk mengawal program agar tepat sasaran dan tepat mutu.

“Kami mendukung penuh program pemerintah. Fungsi kami adalah mengawal, bukan menghalangi. Jika ada indikasi penyimpangan, menjadi kewajiban moral kami untuk menyuarakan demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Advertisement

Senada, Ketua PC GM FKPPI Pasuruan, Ayik Suhaja, menyebut pihaknya mendatangi proyek setelah menerima laporan masyarakat. Di lokasi, pihaknya menemukan indikasi pelaksanaan proyek yang dinilai kurang profesional.

“Di lokasi kami menemukan pelaksana proyek yang terkesan tidak profesional. Misalnya, teknik pengecoran lantai dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen. Pelaksana proyek berdalih jika menggunakan molen maka tidak mendapat keuntungan,” ujarnya.

Ia menilai praktik tersebut berpotensi menurunkan kualitas bangunan. “Kami tidak ingin bangunan KDKMP rusak sebelum waktunya, karena sudah ada contoh bangunan yang rusak sebelum diresmikan,” katanya.

Pasca kejadian tersebut, PC GM FKPPI Pasuruan telah bertemu dengan Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf. Boga Bramiko, M.Han. Dalam pertemuan itu disepakati agar penyampaian kritik dan saran dilakukan secara konstruktif.

GM FKPPI juga menegaskan akan tetap patuh terhadap pembina TNI-Polri serta berkomitmen mengawal dan menyukseskan program pemerintah, termasuk KDKMP.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia