Advertisement
Peristiwa Daerah

Dua Wilayah di Kabupaten Malang Alami Tanah Gerak dan Ambles

Kondisi tanah labil harus diwaspadai saat musim cuaca ekstrem yang kerap terjadi hujan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Dua Wilayah di Kabupaten Malang Alami Tanah Gerak dan Ambles
Petugas BPBD Kabupaten Malang menunjukkan tanah gerak di dalam rumah warga Desa Srimulyo Dampit Kabupaten Malang. (Foto: BPBD)
A-AA+

MALANG Kondisi tanah labil harus diwaspadai saat cuaca ekstrem yang kerap terjadi hujan. Kejadian tanah gerak dilaporkan dialami warga Dusun Sukorejo Desa Srimulyo, Dampit Kabupaten Malang, kemarin malam.

Berdasarkan laporan petugas Poslap Tirtoyudo, Pusdalops BPBD Kabupaten Malang mengkonfirmasi kejadian tanah gerak dialami warga di Dampit ini. terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekira pukul 18.26 WIB.

Advertisement

Tanah retak itu terjadi di bagian ruang tamu seorang warga. Sebelum kejadian, hujan dengan intensitas sedang hingga deras terpantau, disertai angin Khususnya di wilayah Kecamatan Dampit dan sekitarnya.

Akibat kejadian ini, warga pemilik rumah bernama Tumar dengan anggota keluaga 4 jiwa terdampak. Atap rumah juga sebagian terbawa angin kencang.

Warga terdampak kejadian ini diperkirakan mengalami kerugian kurang lebih Rp 20 juta. Namun, semua anggota keluarga dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa.

Meski kondisi atap rumah sudah diperbaiki dengan bantun kerja bakti warga, pemilik rumah saat ini mengungsi di rumah saudara terdekat.

"Dikhawatirkan sangat berpotensi terjadi longsor, dikarenakan retakan berdekatan dengan tebing yang berada di belakang rumah korban," demikian Sadono Irawan.

Advertisement

Kondisi tanah labor yang mengakibatkan musibah tanah ambles juga dilaporkan sebelumnya, pada siang hari yang sama. Lokasi kejadian berada di wilayah Desa Pàgelaran RT 08 RW 01 Pàgelaran Kabupaten Malang.

Di wilayah tersebut, terpantau cuaca hujan deras disertai angin. Tembok dàpur rumah warga mengalami keretaan, akibat pondasi rumah tergerus aliran air hujan. 

Di bawah kamar mandi rumah ini, didapati sumur yang sudah tidak digunakan, dan ditutup pondasi mengalami ambrol. Sehingga, tanah di atasnya mengalami ambles. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia