Advertisement
Peristiwa Daerah

Hidup Sendiri di Rumah Tak Layak Huni, Lansia di Kota Banjar Butuh Bantuan

Nenek Siti Aisah (71), warga Lingkungan Haurmukti RT 1 RW 1 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja tinggal sebatang kara di rumah tak layak huni.

TIMES Indonesia,
Hidup Sendiri di Rumah Tak Layak Huni, Lansia di Kota Banjar Butuh Bantuan
Nek Isah tinggal di rumah tak layak huni dan membutuhkan uluran tangan. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJAR Kondisi memprihatinkan salah satu warga lanjut usia (lansia) di Kota Banjar menjadi perhatian serius pihak kelurahan setempat.

Nenek Siti Aisah (71), seorang warga di Lingkungan Haurmukti RT 1 RW 1 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja yang tinggal sebatang kara, diketahui menempati rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Advertisement

Selain dinding bilik rumah yang sudah jebol, rumah bagian dapur dan kamar mandi milik Siti Aisah yang kini memiliki gangguan pendengaran ini sudah tidak lagi memiliki atap karena jebol dimakan usia.

Jika hujan turun, dapur yang terdapat tungku untuk memasak sehari-hari ini otomatis banjir dan lantai dari tanah merah membuat nek Isah, demikian lansia ini akrab disapa, harus berhati-hati saat beraktivitas didapur.

Temuan ini dikonfirmasi langsung oleh Lurah Purwaharja, Engkus Kurniawan, yang baru saja menjabat dalam rotasi kepemimpinan Maret ini.

Ia mengaku baru mengetahui detail kondisi rumah tersebut saat melakukan pemantauan ke wilayah pada 13 Maret lalu.

Kendala Administrasi Proposal

Pihak kelurahan menjelaskan bahwa inisiatif untuk membantu Nek Isah sebenarnya sudah mulai diproses sejak Februari lalu melalui kerja sama dengan pengurus lingkungan.  Namun, terdapat kendala teknis pada berkas pengajuan.

Advertisement

"Kebetulan proposal sudah dibuat per Februari, sedangkan saya baru bertugas di sini Maret. Jadi ada perbaikan sedikit di bagian administrasi. Secepatnya akan segera kami ajukan kembali ke Baznas," ujar Lurah saat meninjau lokasi, Kamis (9/4/2026).

Rencana Rehabilitasi dan Dana Swadaya

Berdasarkan keterangan Dedih, Ketua RT setempat, kerusakan rumah mencakup hampir keseluruhan bangunan.

Meski Nek Isah selama ini telah mendapatkan bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan jaminan hidup dari Baznas, bantuan untuk perbaikan fisik rumah memang belum mendapatkan lagi.

"Sebelumnya nek Isah ini pernah mendapatkan bantuan rehab rumah pada tahun 2010 oleh Baznas," ungkapnya.

Rencananya, perbaikan akan difokuskan pada pembenahan area vital seperti tempat tidur, dapur, dan kamar mandi. Nilai bantuan yang diajukan ke Baznas adalah sebesar Rp10.000.000.

"Karena dana tersebut mungkin terbatas, nantinya akan dibantu dengan swadaya masyarakat dan pihak keluarga," kata Ketua RT.

"Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga beliau (adik dan cucu) yang ada di Banjar, Bantar Dawa, dan Cimanggu. Alhamdulillah, pihak keluarga siap mendukung secara gotong royong," tambahnya.

Selain itu, Dedih juga berharap ada Agnia yang berkenan untuk membantu Nek Isah agar bisa tinggal di rumah yang layak tanpa harus khawatir kebanjiran dan terpeleset saat hujan datang.

"Jika ada yang membantu, akan kami salurkan untuk kebutuhan matrial rumah Nek Isah, karena memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan," katanya.

Kondisi Lansia Sebatang Kara

Siti Aisah diketahui sudah cukup lama tinggal sendirian di rumah tersebut.

Meski tidak ada keluarga yang tinggal satu atap, pihak lingkungan memastikan bahwa kerabatnya masih sering berkunjung untuk memantau kondisi kesehatan lansia berusia 71 tahun itu.

Pihak kelurahan berharap proses perbaikan dapat segera dimulai agar Nek Isah bisa menempati hunian yang lebih aman dan nyaman, mengingat usia dan kondisi fisiknya yang rentan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia