Perjuangan Berujung Duka, PMI Asal Majalengka Wafat di Kamboja, Baznas Bergerak Cepat
PMI asal Majalengka meninggal di Kamboja. Baznas hadir beri santunan dan dukungan moral bagi keluarga, sekaligus mengawal proses pemulangan jenazah ke tanah air.
MAJALENGKA – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Deri (25), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang meninggal dunia di Kamboja.
Di tengah suasana haru tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka hadir memberikan dukungan moral dan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran Baznas merupakan wujud nyata kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi ujian berat.
Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, turun langsung menemui kedua orang tua almarhum untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung, sekaligus menyerahkan bantuan.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam menjalankan amanah kemanusiaan, sekaligus tindak lanjut arahan Bupati Majalengka agar Baznas senantiasa hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi duka.
"Almarhum Deri dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merantau ke luar negeri demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga," ujar Agus Asri Sabana, Jumat (10/4/2026)
Keputusannya menjadi PMI didorong oleh keinginan mulia untuk membantu orang tua serta membiayai pendidikan adiknya. Perjuangan tersebut kini menjadi kenangan sekaligus teladan tentang pengorbanan seorang anak bagi keluarganya.
Di sisi lain, Baznas Kabupaten Majalengka juga terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mengawal proses pemulangan jenazah almarhum ke tanah air.
Upaya tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM (DK2UKM), Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), hingga Kementerian Luar Negeri.
"Santunan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi penguat di tengah masa sulit yang tengah dihadapi," katanya.
Doa dan harapan pun mengiringi kepergian almarhum, agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para pekerja migran di luar negeri, sekaligus pentingnya perlindungan dan perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak terhadap mereka dan keluarganya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


