TJSL Perhutani KPH Pekalongan Barat Hadirkan Harapan untuk Warga Penakir Pemalang
Warga Desa Penakir bangkit pascabencana banjir dan longsor. Perhutani KPH Pekalongan Barat salurkan 100 paket sembako, menghadirkan harapan di tengah pemulihan.
TEGAL – Hujan yang beberapa waktu lalu mengguyur Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, kini telah berhenti. Namun, bekas-bekas bencana masih tampak jelas.
Tanah yang longsor, sisa-sisa material yang terbawa arus, serta rumah-rumah yang rusak menjadi saksi bisu peristiwa banjir bandang dan longsor yang mengguncang kehidupan warga.
Di Dukuh Sawangan, aktivitas perlahan mulai kembali berjalan. Warga pun tampak bergotong royong untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki rumah, dan menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.
Meski demikian, rasa kehilangan dan kelelahan masih menyelimuti sebagian besar warga di Penakir Pemalang Jawa Tengah.
Di tengah kondisi tersebut, secercah harapan datang dari kepedulian Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat.
Pada Kamis (09/04/2026), jajaran manajemen Perhutani hadir langsung di Desa Penakir untuk menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa paket sembako.
Kehadiran mereka bukan hanya sekadar seremonial. Bantuan diserahkan di Balai Desa, sekaligus dibawa langsung ke lokasi terdampak, menyapa warga satu per satu.
Ada kehangatan dalam setiap sapaan, ada empati yang terasa nyata di tengah suasana yang masih diliputi duka.
Sugiono Humas Perhutani KPH Pekalongan Barat mengkonfirmasi pada Jumat (10/4) di Kantor Perhutani Slawi Kabupaten Tegal menyampaikan pesan, sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada warga terdampak.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan gula pasir. Bantuan dengan total nilai Rp23,9 juta itu menjadi penopang penting bagi warga yang tengah berusaha bangkit.
Bagi sebagian orang, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga Penakir, bantuan itu adalah bentuk perhatian yang sangat berarti.
Di saat kondisi ekonomi terganggu akibat bencana, kebutuhan sehari-hari menjadi hal yang tidak selalu mudah dipenuhi.
Bahkan dalam siaran resmi, Administratur Perhutani/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar hutan.
Desa Penakir Kecamatan Pulosari sebagai wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan, menjadi bagian penting dari lingkungan sosial Perhutani.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Kami Perhutani ingin membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah. Harapannya, bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ungkapnya.
Lebih dari itu, kehadiran Perhutani juga menjadi simbol bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi bencana. Ada dukungan, ada perhatian, ada semangat kebersamaan yang terus dijaga.
Bantuan TJSL Perhutani KPH Pekalongan Barat ini bukan hanya soal angka atau jumlah paket yang disalurkan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kepedulian dan solidaritas. Di tengah bencana, hal-hal kecil seperti ini justru memiliki makna besar.
Hari-hari ke depan mungkin masih penuh tantangan bagi warga Desa Penakir. Proses pemulihan tidak bisa terjadi dalam waktu semalam. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, harapan untuk bangkit kembali tetap terjaga.
Di Desa Penakir, luka akibat bencana memang belum sepenuhnya hilang. Tetapi dari kepedulian yang hadir, tumbuh keyakinan bahwa setiap kesulitan bisa dilalui bersama.
Hangatnya gotong royong dan empati antara Perhutani dengan warga Penakir di Pemalang Jawa Tengah menjadi kekuatan utama menghidupkan kembali harapan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

