Rebutan Wilayah Tambang, Kades dan Aktivis di Probolinggo Terlibat Duel
Video amatir berdurasi 16 detik memperlihatkan perkelahian antara seorang Kepala Desa (Kades) dengan seorang aktivis viral di media sosial.
Probolinggo – Video amatir berdurasi 16 detik yang memperlihatkan perkelahian antara seorang kepala desa (kades) dengan aktivis viral di media sosial dan grup WhatsApp, Jumat (10/4/2026).
Insiden baku hantam itu terjadi di lokasi tambang batuan di Sungai Pancar Glagas, Desa Patemon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Dalam rekaman tersebut, Kades berinisial M dan aktivis berinisial J tampak saling serang dan adu jotos di dekat sebuah alat berat atau ekskavator. Sejumlah warga yang berada di lokasi terdengar berteriak histeris dalam bahasa Madura berusaha melerai keduanya.
"Mateh.. Ella Gi Gi... Gi Ella Gi begh" (Mati.. jangan Pak Kades, jangan), teriak warga dalam video tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, duel ini dipicu oleh sengketa klaim wilayah aktivitas tambang batuan. Kades M mengklaim bahwa lokasi operasional tambang tersebut masuk dalam wilayah administrasinya, yakni Desa Patemon.
Sebaliknya, pihak aktivis J bersikeras bahwa aktivitas tambang yang dikelolanya berada di luar garis batas Desa Patemon.
"Keduanya saling klaim batas wilayah. Pihak Kades merasa itu wilayahnya, sementara aktivis menyebut itu sudah di luar Desa Patemon. Akhirnya terjadi cekcok yang berujung perkelahian," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Perkelahian tersebut akhirnya berhasil dilerai oleh warga sekitar sebelum jatuh korban lebih serius. Informasi terbaru menyebutkan bahwa pihak aktivis J tidak terima dengan kejadian ini dan telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Probolinggo untuk diproses secara hukum. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


