Diduga Menghindari Bocah, Truk Gandeng Tabrak Pembatas Jalan di Banyuwangi
Sebuah truk gandeng menabrak pembatas jalan di simpang 4 traffic Light Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, pada Jumat (10/4/2026). Insiden ini diduga terjadi karena sang sopir berusaha menghindari seorang bocah menyeberang.
BANYUWANGI – Sebuah truk gandeng menabrak pembatas jalan di simpang 4 traffic Light Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, pada Jumat (10/4/2026). Insiden ini diduga terjadi karena sang sopir berusaha menghindari seorang bocah menyeberang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.20 WIB, yang melibatkan sebuah Truk gandeng merk Mitsubishi dengan Nopol. P-8480-UW.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakan bermula ketika truk gandeng melaju dari arah utara ke selatan (U-S). Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sang sopir truk berinisial ES alias Edy (43) warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi mendapati seorang anak menyeberang jalan tepat di depannya secara tiba-tiba.
“Pengemudi terkejut dan langsung membanting stir ke kanan yang langsung menabrak pembatas jalan yang berada di tengah jalan,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian.
Beruntung, dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan korban luka. Namun kecelakaan tunggal itu, menyebabkan kerusakan pada kendaraan seperti as roda patah dan ringsek, serta pembatas jalan dengan estimasi kerugian material mencapai Rp.10 Juta.
Ipda Pepri menyampaikan, bahwa faktor utama kecelakaan diduga akibat reaksi spontan pengemudi saat menghindari pejalan kaki. Untuk itu pihaknya mengimbau agar para pengendara senantiasa fokus dan tetap waspada selama di perjalanan.
“Tetap berhati-hati, terutama pada jam-jam rawan. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sekitar guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan pengakuan sopir, truk itu mengangkut pupuk yang akan didistribusikan ke wilayah Jember. Pihaknya juga mengaku telah berangkat membawa muatan tersebut sejak tengah malam, tepatnya pukul 00.30 WIB.
“Sopir berangkat dari Ketapang, karena arus lalu lintas saat itu sepi laju kendaraan dipercepat. Sayangnya sopir kaget ketika di lokasi kejadian melihat adanya seorang yang menyebrang jalan. Sehingga banting setir ke kanan,” ungkap Ipda Pepri.
Sopir, lanjut Ipda Pepri, menampik jika dirinya mengantuk. Karena sebelum insiden terjadi, dirinya sempat mengemudi sambil merokok dan membalas pesan dari rekannya.
“Sebelum insiden sopir sempat membalas pesan Whatsapp temanya tepat pukul 01.15, baru 5 menit kemudian insiden terjadi. Bahkan saat kejadian terjadi, sopir langsung telepon bosnya untuk melaporkan insiden tersebut,” ujar Ipda Pepri. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


