Advertisement
Peristiwa Daerah

Pameran “Lilir Lindur” di Malang Creative Center Ajak Pengunjung Jelajahi Karya Lewat Treasure Hunt

Pameran seni “Lilir Lindur” digelar di Malang Creative Center, menghadirkan karya bertema mimpi serta konsep interaktif bagi pengunjung.

TIMES Indonesia,
Pameran “Lilir Lindur” di Malang Creative Center Ajak Pengunjung Jelajahi Karya Lewat Treasure Hunt
Sejumlah karya seni dari anggota UKM Sanggar Minat UM dalam pameran Lilir Lindur di Malang Creative Center, Jumat (10/4/2026). (Foto: Evangeline Nasywa Khayyirah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Pameran seni bertajuk Lilir Lindur digelar di lantai 3 Malang Creative Center (MCC) pada 10–12 April 2026, menghadirkan karya-karya bertema dunia mimpi serta rangkaian kegiatan interaktif bagi pengunjung.

Pameran ini menampilkan berbagai agenda, mulai dari pembukaan, treasure hunt, wall of impact, bazaar, manual photobox, live mural, hingga talkshow.

Advertisement

Pada hari pertama, 10 April 2026, pameran dibuka pukul 13.00 hingga 20.30 WIB. Sementara pada 11 dan 12 April 2026, kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 20.30 WIB, dengan tambahan workshop seperti art therapy dan pembuatan dreamcatcher.

Mengusung tema Lilir Lindur yang berkaitan dengan dunia mimpi, pameran ini menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi hubungan antara realitas dan alam bawah sadar.

“Tema ini menunjukkan hubungan pemikiran kita di dunia nyata dan dunia mimpi,” ujar Adinda, salah satu panitia. Ia menambahkan, seluruh karya yang dipamerkan memiliki keterkaitan dengan konsep tersebut.

UKM Sanggar Minat UM
Area bazaar yang menghadirkan berbagai produk, mulai dari pakaian, pernak-pernik, hingga merchandise resmi UKM Sanggar Minat dalam rangkaian acara Lilir Lindur. (Foto: Evangeline Nasywa Khayyirah/TIMES Indonesia)

Pameran ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Setiap anggota baru diwajibkan berpartisipasi dengan menghadirkan karya, baik dua dimensi maupun tiga dimensi, yang kemudian dikategorikan sesuai jenisnya.

Advertisement

Salah satu daya tarik utama adalah konsep interaktif treasure hunt. Pengunjung akan mendapatkan buku mini berisi enam potongan gambar karya dalam bentuk hitam putih, kemudian diminta mencari dan mencocokkannya dengan karya asli di area pameran.

Setiap temuan yang sesuai akan mendapatkan stempel dari panitia. Setelah enam stempel terkumpul, pengunjung dapat menukarkannya dengan hadiah di area keluar pameran.

Konsep ini mendorong pengunjung untuk tidak hanya melihat karya secara sekilas, tetapi juga mengamati detail karya secara lebih mendalam.

Panitia berharap pameran ini dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni, khususnya di kalangan generasi muda.

“Semoga bisa meningkatkan minat komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum terhadap seni,” kata Adinda. (*)

 

Pewarta: Evangeline Nasywa Khayyirah

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia