Kota Malang Makin Panas, RTH Diduga Tinggal 8 Persen
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang diduga menyusut drastis hingga 8 persen. Pakar memperingatkan ancaman urban heat island dan krisis ekologis serius di masa depan.
MALANG – Kota Malang yang dulu dikenal sejuk kini menghadapi ancaman serius akibat menyusutnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Suhu siang hari di kawasan Klojen bahkan pernah mencapai 34 derajat Celsius, menjadi sinyal perubahan iklim mikro yang semakin nyata.
Riset yang dilakukan pakar Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya, Dr. Ir. Abdul Wahid Hasyim, MSP, mengungkap fakta mencemaskan. Jika pada 1995 RTH Kota Malang masih berada di angka 32 persen, kini angkanya diduga tinggal 8 persen pada 2025.
Angka tersebut jauh di bawah ambang batas minimal 30 persen yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Menurut Wahid, batas ini bukan sekadar angka administratif, melainkan titik kritis ketahanan ekologis kota.
“Di bawah 30 persen, sistem pendingin alami kota mulai gagal. Ini yang memicu fenomena urban heat island,” ujarnya.
Kondisi ini berdampak luas, mulai dari meningkatnya suhu kota, kualitas udara yang menurun, hingga potensi gangguan kesehatan masyarakat. Minimnya vegetasi membuat penyerapan karbon dioksida berkurang, sementara penggunaan AC meningkat dan justru memperparah emisi.
Tak hanya itu, hilangnya RTH juga mengancam sistem hidrologi kota. Tanpa vegetasi, kemampuan tanah menyerap air menurun drastis, sehingga risiko banjir dan longsor semakin tinggi.
Jika tidak ada intervensi serius, proyeksi menunjukkan RTH Kota Malang bisa turun hingga 4 persen pada 2040. Para ahli bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “oven permanen” bagi kota.
Fenomena ini menjadi peringatan bahwa pembangunan tanpa keseimbangan ekologis akan membawa konsekuensi jangka panjang. RTH bukan sekadar pelengkap tata kota, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan hidup warga.
Baca laporan lengkap dan analisis mendalam hanya di Teras.id.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


