Pulau Giligenting Dilanda Krisis Listrik, PLN Sumenep Paparkan Penyebabnya
Warga Giligenting, Sumenep, mengeluhkan krisis listrik akibat pemadaman bergilir sejak Ramadan 2026. PLN menyebut gangguan teknis pembangkit jadi penyebab utama dan tengah melakukan perbaikan.
SUMENEP – Warga Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyatakan rasa frustasinya sebab kini tengah dilanda krisis pemadaman listrik dengan intensitas tinggi.
Sepanjang tahun 2026 misalnya, pasokan listrik di wilayah ini dinilai jauh dari kata normal. Puncaknya, seperti siklus yang terus berulang, kondisi kelistrikan semakin memburuk sejak menjelang bulan suci Ramadan 2026 hingga bulan Syawal.
Menanggapi hal tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim terpaksa melakukan pengaturan pasokan listrik secara bergantian atau pemadaman bergilir. Hal itu untuk menjaga stabilitas sistem.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep, Achmad Suaidi, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir ini merupakan langkah penyesuaian operasional yang harus diambil. Ini dilakukan karena terjadi kerusakan pada salah satu komponen penting pembangkit listrik di wilayah tersebut.
"Saat ini sistem kelistrikan di Giligenting sedang dilakukan penyesuaian operasional untuk menjaga kestabilan pasokan. Selain itu, terdapat kendala teknis pada salah satu peralatan pendukung pembangkit sehingga sistem belum dapat beroperasi secara optimal," katanya saat diwawancara TIMES Indonesia, Minggu (12/4/2026).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, petugas PLN saat ini tengah bekerja keras di lapangan. Suaidi menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan langkah-langkah percepatan penanganan, termasuk proses penggantian peralatan yang bermasalah.
"Saat ini proses penanganan terus berjalan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar penggantian peralatan cepat selesai dan sistem dapat segera kembali beroperasi dengan lebih optimal," tambahnya.
Lebih lanjut, dalam proses percepatan perbaikan ini, PLN ULP Sumenep tidak bekerja sendiri. Pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran proses penanganan sekaligus memantau agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan listrik.
Selain itu, Achmad Suaidi menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Pulau Giligenting yang terdampak kebijakan pemadaman tersebut.
"Mohon atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Kami juga memohon dukungan serta doa dari semua pihak agar proses penanganan di lapangan dapat berjalan lancar, sehingga sistem kelistrikan (di Giligenting) dapat segera kembali normal," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


