Advertisement
Peristiwa Daerah

Wira Handoko, Guru SMPN 1 Donorojo Pacitan Raih Karya Jurnalistik Terbaik

Dalam pelatihan Jurnalistik Guru Melek Digital yang digelar TIMES Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pacitan, guru SMPN 1 Donorojo, Wira Handoko, meraih predikat penulis terbaik.

TIMES Indonesia,
Wira Handoko, Guru SMPN 1 Donorojo Pacitan Raih Karya Jurnalistik Terbaik
Wira Handoko, Guru SMPN 1 Donorojo Pacitan meraih karya jurnalistik terbaik pada pelatihan guru melek digital. (FOTO: Wira for TIMES Indonesia)
A-AA+

Pacitan Nama SMPN 1 Donorojo kembali mencuat. Salah satu gurunya, Wira Handoko, berhasil meraih predikat penulis terbaik dalam program Pelatihan Jurnalistik Guru Melek Digital yang digelar TIMES Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pacitan.

Karya yang mengantarkannya ke posisi tersebut berjudul “Jejak ‘Sederhana’ Karya Siswa SMPN 1 Donorojo di Ujung Pacitan, Sukses Masuk Panggung Nasional”. Tulisan itu mengantongi nilai 185 dan dinilai menonjol dari sisi narasi, kedalaman, sekaligus relevansi isu pendidikan.

Advertisement

Capaian itu bukan sekadar soal prestasi pribadi. Wira menyebut, pengakuan tersebut menjadi semacam penegasan bahwa suara dari sekolah di wilayah pinggiran pun bisa mendapat tempat di media arus utama.

“Melihat tulisan saya terpilih sebagai karya jurnalistik terbaik di TIMES Indonesia memunculkan rasa syukur yang tak terhingga. Bagi saya, ini semacam validasi bahwa suara dari lingkungan sekolah, khususnya SMPN 1 Donorojo Pacitan, bisa sampai ke ruang publik,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia mengaku, proses mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut memberi perspektif baru. Bukan hanya soal teknis menulis, tetapi juga cara memandang peran guru di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, literasi digital tak berhenti pada kemampuan mengoperasikan gawai. Lebih dari itu, ada tanggung jawab menjaga akurasi informasi sekaligus membangun citra positif sekolah di hadapan publik, terutama orang tua siswa.

“Materinya sangat relevan. Mulai dari teknik menggali data yang akurat hingga cara mengemas konten agar tetap menarik tanpa kehilangan nilai edukatif,” katanya.

Advertisement

Pengalaman itu, lanjut Wira, juga membuka ruang kolaborasi antar guru. Ia merasakan energi baru untuk terus berkembang, sekaligus dorongan untuk membawa perubahan nyata di lingkungan sekolah.

Ke depan, ia menegaskan tidak ingin berhenti pada capaian lomba. Ada sejumlah langkah yang sudah disiapkan untuk memperkuat budaya literasi di SMPN 1 Donorojo.

Salah satunya dengan mengoptimalkan kanal media sekolah. Ia berencana mengelola platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga YouTube dengan pendekatan jurnalistik yang lebih rapi dan profesional, agar setiap capaian siswa maupun guru dapat terdokumentasi dengan baik.

Selain itu, ia juga menyiapkan kaderisasi melalui ekstrakurikuler jurnalistik. Sasarannya jelas: melahirkan “reporter cilik” yang mampu bercerita tentang lingkungan sekolahnya secara kreatif dan bertanggung jawab.

Tak berhenti di situ, Wira juga ingin membagikan ilmunya kepada sesama guru melalui workshop internal. Harapannya, literasi digital tidak lagi menjadi hal eksklusif, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah.

“Literasi digital ke depan harus jadi nafas dalam kegiatan belajar mengajar. Saya ingin siswa dan guru tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang cerdas, beretika, dan inspiratif,” tegasnya.

Ia pun berharap, kolaborasi dengan media seperti TIMES Indonesia dapat terus berlanjut. Bagi Wira, kemitraan tersebut penting untuk membuka ruang publikasi sekaligus mendorong inovasi pendidikan dari daerah agar lebih dikenal luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia