Advertisement
Peristiwa Daerah

PCM Kepanjen Gelar Halal Bihalal, Nazarudin Malik Tekankan Kepedulian Sosial dan Tauhid

Halal bihalal PCM Kepanjen di Malang menghadirkan Nazarudin Malik yang menekankan nilai rahmatan lil ‘alamin, kedermawanan, dan teologi Al-Ma’un dalam kehidupan Muhammadiyah.

TIMES Indonesia,
PCM Kepanjen Gelar Halal Bihalal, Nazarudin Malik Tekankan Kepedulian Sosial dan Tauhid
Penyampaian ceramah oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, dalam Halal bihalal PCM Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (12/4/2026). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepanjen menggelar halal bihalal di Masjid Nurul Hidayah, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai rahmatan lil ‘alamin sekaligus meneguhkan spirit teologi Al-Ma’un dalam kehidupan bermasyarakat.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazarudin Malik, hadir sebagai penceramah. Di hadapan warga dan tokoh Muhammadiyah, ia menekankan pentingnya menghadirkan suasana kehidupan yang penuh kasih sayang dan keberkahan.

Advertisement

Dalam ceramahnya, Nazarudin mengutip hadis, “Ar-rahimuna yarhamuhum ar-Rahman, irhamu man fil ardhi yarhamkum man fis sama”, yang menegaskan bahwa orang-orang penyayang akan disayangi oleh Allah SWT.

“Sayangilah sesama di bumi, maka yang di langit juga akan menyayangi kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sikap kedermawanan sebagai bagian dari kekuatan tauhid dalam Muhammadiyah. Menurutnya, orang dermawan memiliki kerelaan hati untuk memberi, bahkan terhadap hal yang dicintainya, sebagai wujud keikhlasan.

Lebih lanjut, Nazarudin menjelaskan bahwa teologi dalam Surah Al-Ma’un tidak hanya berbicara tentang kepedulian terhadap anak yatim, tetapi juga membangun pandangan hidup yang berorientasi masa depan.

Penyampaian ceramah oleh Rektor UMM

“Teologi Al-Ma’un tidak berhenti pada tindakan sesaat, tetapi menuntut proses kreatif yang berkelanjutan dalam membangun kualitas kehidupan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh hadirin untuk terus aktif dalam gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, kontribusi Muhammadiyah tidak hanya dirasakan oleh anggotanya, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Nazarudin menambahkan, penguatan tauhid menjadi fondasi utama dalam Muhammadiyah. Nilai tersebut harus dilatih melalui sikap syukur, sabar, hingga melahirkan keikhlasan dan ihsan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ikhtiar dan kesucian diri yang dibangun melalui syukur, sabar, keikhlasan, hingga ihsan adalah fondasi penting dalam teologi Muhammadiyah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah, KH Abdul Rouf, juga memberikan apresiasi kepada dua mubalig Muhammadiyah Kepanjen, yakni Ustadz Soib dan Ustadz Ali Fatoni, atas dedikasi mereka dalam berdakwah di lingkungan Muhammadiyah Kepanjen. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia