Rayakan HUT ke-30, GKJW Tunjungsekar Gelar Sayembara Desain Altar Lintas Iman
GKJW Tunjungsekar Malang menggelar sayembara desain altar dalam rangka HUT ke-30, melibatkan puluhan peserta lintas iman untuk mendukung pengembangan gereja ke depan.
MALANG – Momentum peringatan 30 tahun GKJW Tunjungsekar Kota Malang dimanfaatkan untuk mendorong pembaruan ruang ibadah melalui pendekatan kreatif dan inklusif. Salah satunya melalui Sayembara Gagasan Desain Altar yang melibatkan peserta lintas iman dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi arsitektur, tetapi juga ruang kolaborasi ide yang merefleksikan keterbukaan dan keberagaman. Puluhan peserta dari latar belakang berbeda ambil bagian dalam proses perancangan altar yang akan menjadi pusat ruang ibadah jemaat.
Pendeta GKJW Tunjungsekar, Retnosari, menjelaskan bahwa sayembara ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperbarui desain altar seiring dengan rencana perluasan gedung gereja. Rencananya, bangunan gereja akan diperluas masing-masing 20 meter ke sisi kanan dan kiri.
"Desain altar saat ini dirasa kurang menyatu dengan rencana pengembangan sayap bangunan baru. Lewat sayembara ini, kami ingin menampung ide-ide segar yang tidak hanya relevan untuk saat ini, tapi juga mampu menjangkau kebutuhan gereja 10 hingga 50 tahun ke depan," ujar Pendeta Retnosari.

Antusiasme peserta terbilang tinggi. Dari total 42 pendaftar, sebanyak 32 karya berhasil dikurasi dan masuk tahap penilaian. Retnosari menilai keberagaman latar belakang peserta justru memperkaya perspektif desain yang ditawarkan.
“Pesertanya lintas iman dan berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ini membuat penilaian menjadi lebih objektif dan menghadirkan banyak sudut pandang baru,” katanya.
Memasuki tahap final pada Minggu (12/4/2026), delapan finalis terpilih terbagi dalam dua kategori, yakni umum dan mahasiswa. Untuk kategori umum, panitia menyediakan hadiah Rp5 juta bagi juara pertama dan Rp4 juta untuk juara kedua. Sementara kategori mahasiswa memperebutkan Rp3 juta untuk juara pertama dan Rp2 juta untuk juara kedua.

Selain penilaian oleh dewan juri, jemaat juga dilibatkan dalam menentukan desain favorit melalui mekanisme voting. Skema ini memberi ruang partisipasi langsung bagi jemaat dalam menentukan arah visual altar di masa mendatang.
Momentum Pengembangan 30 Tahun
Sayembara ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-30 GKJW Tunjungsekar yang berdiri sejak 24 Maret 1996. Bagi jemaat, usia tiga dekade menjadi fase penting untuk melanjutkan pengembangan, melanjutkan capaian sebelumnya seperti pembangunan area parkir dan Gedung Sekar Indah.
Melalui kegiatan ini, GKJW Tunjungsekar berharap dapat menghadirkan desain altar yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merepresentasikan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan pertumbuhan jemaat ke depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


