Aerobik Tetap Eksis di Tasikmalaya, Jadi Gaya Hidup Sekaligus Peluang Bisnis Menjanjikan
Aerobik di Tasikmalaya tetap diminati di tengah tren gym modern. Selain jadi gaya hidup sehat, olahraga ini juga membuka peluang bisnis kebugaran berbasis komunitas.
JAKARTA – Di tengah gempuran tren gym modern dan latihan kebugaran berbasis teknologi, aerobik justru menunjukkan daya tahannya sebagai olahraga yang tetap diminati masyarakat.
Fenomena ini terlihat jelas di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Aerobik tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang bisnis yang kian menjanjikan di sektor industri kebugaran.
Ketua Asosiasi Senam Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI) Kota Tasikmalaya, Kania Dewi didampingi Sekretaris ASIAFI Mamih Ade saat ditemui TIMES Indonesia mengungkapkan perkembangan aerobik di Kota Tasikmalaya semakin hari semakin banyak diminati oleh masyarakat.

Ketua ASIAFI Kota Tasikmalaya, Kania Dewi (kiri) didampingi Sekretaris ASIAFI Mamih Ade saat memberikan keterangan kepada TIMES Indonesia. Minggu (12/4/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
"Alhamdulilah aerobik dari tahun ke tahun di Tasikmalaya semakin berkembang, sampai saat ini tak kurang 160 instruktur yang terdaftar di ASIAFI," ungkap Kania Dewi disela acara perayaan Anniversary ke-7 ASIAFI Kota Tasikmalaya yang digelar di pelataran sebuah Mall di kawasan Rancabango, Kota Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026).
Kania menambahkan mayoritas peserta aerobik berasal dari kelompok usia 30 hingga 50 tahun. Kelompok ini dinilai sedang berada dalam fase menjaga kesehatan tubuh secara konsisten di tengah kesibukan pekerjaan dan kehidupan keluarga.
“Aerobik dipilih karena fleksibel, tidak membutuhkan alat berat, dan bisa dilakukan secara berkelompok,” ujarnya.
Selain itu, kelas aerobik juga diminati oleh ibu rumah tangga dan pekerja kantoran. Sesi pagi dan sore menjadi waktu favorit karena mudah disesuaikan dengan rutinitas harian.

Ratusan pegiat aerobik melakukan aerobik masal di halaman Trans Mart, Tasikmalaya, Jawa Barat. Minggu (12/4/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Hal ini memperkuat posisi aerobik sebagai olahraga yang inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Dalam konteks ilmu kebugaran, aerobik termasuk dalam kategori aerobik yang berfungsi meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori, serta memperbaiki stamina tubuh.
Aktivitas ini juga dikenal efektif dalam menurunkan risiko penyakit seperti penyakit jantung dan obesitas.
Fenomena menarik lainnya menurut Kania kelas aerobik di Tasikmalaya, di berbagai sanggar, jumlah peserta didominasi oleh kaum perempuan yang mencapai 70 hingga 90 persen.
Salah satu penggemar aerobik, Anna Suryani, menyebut aerobik memiliki daya tarik tersendiri yang sulit disaingi oleh jenis olahraga lain.
“Aerobik itu bukan hanya olahraga, tapi juga jadi ajang bersosialisasi,” katanya.
Menurutnya ada beberapa faktor yang mendorong dominasi ini antara lain oenggunaan musik yang energik dan menyenangkan kemudian fokus pada pembakaran kalori dan pembentukan tubuh
Adanya interaksi sosial yang kuat antar peserta.
Dalam perspektif psikologi olahraga, unsur sosial ini menjadi faktor penting yang meningkatkan konsistensi seseorang dalam berolahraga.
Jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, tren aerobik di Tasikmalaya memiliki karakteristik yang berbeda.
Di kota metropolitan, aerobik telah berevolusi menjadi bagian dari tren global seperti zumba, body combat, dan dance fitness. Kelas-kelas ini didukung teknologi canggih serta promosi melalui media sosial dan influencer.
Sebaliknya, di Tasikmalaya Aerobik masih bersifat konvensional dan sebagian besar dilakukan di ruang terbuka, lapangan, atau sanggar sederhana serta lebih menekankan kebersamaan dan nilai komunitas
Meski demikian, pengaruh digital mulai terasa. Banyak instruktur kini memanfaatkan platform seperti YouTube dan Instagram untuk mencari referensi gerakan terbaru dan membagikan konten kebugaran.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri kebugaran Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Salah satu Rinliani yang akrab disapa Miss Ocoh menyebut meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi pendorong utama dakam perkembangan aerobik di Kota Tasikmalaya.
Pemilik studio senam BSS di Perumahan Buana Suite yang berkiprak sejaj tahu 2019 ini mengungkapkan beberapa tren yang muncul di industri ini meliputi oertumbuhan gym modern dengan konsep premium kemudian eksistensi sanggar aerobik dengan biaya terjangkau dan munculnya model bisnis hybrid (offline dan online).
"Di Tasikmalaya, sanggar aerobik tetap menjadi pilihan utama. Faktor biaya yang rendah, akses yang mudah, serta suasana komunitas yang hangat menjadi keunggulan utama dibandingkan pusat kebugaran modern."terang Ocoh.
Meski kini harus berbagi panggung dengan berbagai jenis latihan seperti strength training, HIIT, serta pilates, aerobik tetap memiliki peran penting.
Aerobik sering kali menjadi “entry point” bagi pemula yang baru memulai perjalanan kebugaran mereka. Karakteristiknya yang mudah diikuti tanpa pengalaman khusus menjadikannya pilihan ideal bagi masyarakat umum.
Eksistensi aerobik di Tasikmalaya juga membuka peluang bisnis yang luas. Dengan modal relatif kecil, pelaku usaha dapat membuka sanggar atau kelas komunitas dengan pasar yang sudah terbentuk.
Ocoh menambahkan beberapa peluang bisnis yang berkembang antara lain pembukaan sanggar aerobik komunitas dan kelas online berbasis langganan kemudian konten kebugaran di media sosial serta pelatihan instruktur aerobik bersertifikasi.
"Integrasi teknologi digital menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pasar. Pelaku usaha kini dapat menjangkau peserta dari luar daerah melalui kelas virtual."tandasnya.
Aerobik mungkin bukan lagi satu-satunya tren utama di dunia kebugaran, namun daya tahannya menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki fondasi yang kuat.
Ketua KORMI Kota Tasikmalaya Dr. H. Imih Misbahul M yang hadir di acara gelaran 7 Tahun ASIAFI menyebut di Tasikmalaya, aerobik bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang merakyat dan penuh nilai sosial.
Dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman serta dukungan teknologi digital, aerobik diprediksi akan terus berkembang sebagai bagian penting dari ekosistem industri kesehatan di Indonesia.
Di tengah perubahan tren, satu hal yang pasti aerobik tetap hidup, bergerak, dan berkembang bersama masyarakat, lebih lanjut H Imih menyebut dukungannya terhadap perkembangan aerobik.
"KORMI akan selalu mensupport Aerobik, karena KORMI mengemban tugas untuk memasyarakatkan olahraga, bukan prestasi, sejatinya KORMI sesuai taglinenya sehat bugar gembira."ujar Imih.
Untuk lebih memasyarakatkan aerobik Ketua KORMI akan menggandeng Disduk untuk lebih mensosialisasikan aerobik ke beberapa tingkatan sekolah mulai dari SD sampai SMA.
"Artinya pemerintah harus mendorong dan memotivasi dan sebagai penghubung pengengembangan olahraga aerobik seperti memediasi penyediaan lahan beberapa halaman gedung pemerintah. Karena unjung-unjungnya tujuan KORMI adalah bagaimana indek kesehatan masyarakat meningkat," kata Imih. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


