PPRT Batang Diproyeksikan Jadi Percontohan Penguatan Peran RT di Jawa Tengah
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong PPRT Batang menjadi percontohan penguatan peran RT sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat.
Batang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong penguatan peran rukun tetangga (RT) sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat. Kabupaten Batang diproyeksikan menjadi percontohan melalui penguatan Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Ziarah Kebangsaan PPRT Kabupaten Batang dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Batang di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, RT memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi riil di tingkat paling bawah.
“Pembangunan kita berangkat dari RT. Ada sekitar 204 ribu RT di Jawa Tengah. Mereka harus memahami kondisi warganya sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas pengurus RT perlu dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ahmad Luthfi juga mendorong PPRT Kabupaten Batang untuk terus memperkuat organisasi agar dapat menjadi model bagi daerah lain, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Saya ingin Batang menjadi role model. PPRT harus menjadi yang terbaik agar bisa kita dorong ke tingkat nasional,” katanya.
Ketua Dewan Pendiri PPRT Kabupaten Batang Zainal Muttaqin menyampaikan bahwa organisasinya secara konsisten menggelar ziarah kebangsaan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus penguatan nilai kebangsaan.
“Pengurus RT bekerja secara sukarela, sehingga perlu adanya pembinaan dan pelatihan agar semakin memahami tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan pengurus RT, meskipun hal tersebut masih bergantung pada penguatan fiskal daerah.
Menurutnya, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) menjadi faktor penting, termasuk melalui pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan.
“Kita jaga kebersamaan agar Batang terus berkembang. Jika fiskal kuat, kesejahteraan RT juga bisa ditingkatkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran RT dalam menyaring informasi di tengah maraknya arus informasi di media sosial, guna menjaga stabilitas sosial di masyarakat.
Penguatan peran RT diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di Jawa Tengah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


