Advertisement
Peristiwa Daerah

Monyet Liar Teror Warga Cibeber Cianjur, Satu Orang Alami Luka Gigitan Serius

Suasana mencekam sempat diabadikan oleh penghuni rumah saat monyet mencoba menyerang dari balik kaca jendela yang tertutup rapat.

TIMES Indonesia,
Monyet Liar Teror Warga Cibeber Cianjur, Satu Orang Alami Luka Gigitan Serius
Yusuf, warga Cibeber Cianjur jadi korban keganasan monyet berekor panjang (FOTO: Tangkapan layar)
A-AA+

CIANJUR Keresahan kini tengah menyelimuti warga Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyusul munculnya seekor monyet ekor panjang yang masuk ke area pemukiman. 

Hewan primata berukuran besar tersebut terlihat berpindah-pindah dari satu dahan pohon ke dahan lainnya, bahkan terekam kamera warga sempat berusaha merangsek masuk ke dalam rumah. 

Advertisement

Suasana mencekam sempat diabadikan oleh penghuni rumah saat monyet tersebut mencoba menyerang dari balik kaca jendela yang tertutup rapat.

Sayangnya, keberadaan hewan liar ini memakan korban jiwa setelah seorang warga Kampung Pasir Jeruk bernama Yusuf diserang secara mendadak. 

Korban menderita luka robek yang cukup parah pada bagian telapak tangan kanannya akibat terkena gigitan taring tajam sang monyet. 

Setelah kejadian tersebut, Yusuf segera dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan tindakan medis darurat dan kini sudah diperbolehkan pulang dengan luka jahitan yang masih membekas.

Saat ditemui di kediamannya, Yusuf menceritakan bagaimana ganasnya serangan hewan tersebut yang terjadi begitu cepat. 

Advertisement

Meski korban telah ditangani, kecemasan warga belum surut karena hingga saat ini monyet liar itu dilaporkan masih berkeliaran di sekitar desa. 

"Hal ini membuat warga lain merasa terancam saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak dan lansia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Kepala Desa Cimanggu, M. Rohman Budiman, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat mencari solusi. 

"Kami sudah meminta bantuan kepada tim Pemadam Kebakaran dan Kepolisian setempat agar segera menangkap monyet tersebut untuk kemudian diserahkan kepada pihak BKSDA," ungkap Rohman. 

Gangguan ini diduga terjadi karena rusaknya habitat asli di hutan sehingga kawanan monyet turun ke perkampungan demi mencari sumber makanan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia