Advertisement
Peristiwa Daerah

Peringati Hari Teater Dunia, Pemkot Cimahi Tampilkan Seniman Disabilitas dan ASN

Peringatan Hari Teater Dunia di Cimahi hadir inklusif, libatkan penyandang disabilitas dan ASN. Simak momen teater penuh pesan kebersamaan.

TIMES Indonesia,
Peringati Hari Teater Dunia, Pemkot Cimahi Tampilkan Seniman Disabilitas dan ASN
Para Penyandang Disabilitas dan ASN Pemkot Cimahi saat memperingati Hari Teater Dunia (FOTO: Arief Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

CIMAHI Pertunjukan teater dalam rangka peringatan Hari Teater Dunia di Gedung Sangkuriang, Kota Cimahi, Jawa Barat,Senin (13/4/2026) berlangsung berbeda.

Selain menampilkan komunitas teater dan ASN, kegiatan ini juga memberi ruang bagi para penyandang disabilitas untuk berekspresi di atas panggung.

Advertisement

Pertunjukan teater di Gedung Sangkuriang, Kota Cimahi terasa lebih istimewa.

Tidak hanya para seniman teater yang sudah biasa tampil, panggung kali ini juga memberi ruang lebih luas bagi para penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Di tengah keterbatasan akses yang sering dialami penyandang disabilitas terhadap ruang-ruang publik, kegiatan ini menjadi simbol bahwa Kota Cimahi berupaya menuju kota yang lebih inklusif.

Pertunjukan teater musikal yang digagas komunitas teater tersebut juga melibatkan Aparatur Sipil Negara atau ASN.

Mengusung tema 'Cimahi Hepi Berekspresi', peringatan Hari Teater Dunia ini menjadi suguhan seni yang menghibur sekaligus sarat pesan kebersamaan.

Advertisement

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, mengatakan peringatan Hari Teater Dunia ini menjadi bukti bahwa Cimahi berupaya menjadi kota yang terbuka bagi semua kalangan.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat teater, ASN, dan komunitas tuli menunjukkan bahwa ruang berkesenian harus dapat diakses oleh siapa saja.

Ia berharap kegiatan serupa tak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Pemerintah mendorong peringatan Hari Teater Dunia terus dikembangkan dengan skala yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Di tengah geliat kesenian yang terus berkembang, pemerintah daerah mengakui aksesibilitas ruang pertunjukan di Cimahi masih terbatas. Belum banyak tempat representatif untuk menjadi panggung ekspresi bagi para seniman.

Untuk itu, pemerintah daerah kini mempertimbangkan optimalisasi ruang publik seperti alun-alun sebagai alternatif panggung pertunjukan. Konsep panggung terbuka dinilai dapat mendekatkan karya seni kepada masyarakat luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia