Warga Banyuwangi Kena Patok Kobra Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Foto B. Kaki korban warga Banyuwangi yang tergigit ular kobra. (FOTO : Damkarmat Banyuwangi)
BANYUWANGI – Seorang warga di Jalan MH. Thamrin, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi, Jawa Timur, dilarikan ke Rumah Sakit (RS) usai terkena patok ular Kobra, Sabtu (13/4/2026).
Peristiwa warga tergigit ular itu terungkap, setelah Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menerima laporan evakuasi ular jenis Kobra Jawa tersebut. Kehadiran reptil bernama latin Naja sputatrix ini sempat memicu kepanikan warga di lokasi kejadian.
Insiden tersebut dilaporkan oleh Safrieta (41) sekira pukul 19.19 WIB. Pelapor merupakan istri dari korban yang tergigit kobra.
Berdasarkan keterangan dari pelapor, saat kejadian korban tengah berjalan menuju mushola hendak menunaikan ibadah. Dalam perjalan itu dengan tidak sengaja suami pelapor menginjak seekor ular hingga pada akhirnya korban terkena gigitan.
“Setelah diketahui, ternyata ular tersebut berjenis ular kobra,” jelas Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono melalui Kasi Humas Muamar Kadhafi, Senin (13/4/2026).
Setelah kejadian tersebut, korban selanjutnya segera dibawa ke RS Yasmin untuk memperoleh pertolongan dari tenaga medis.

Kadhafi menerangkan, personel Damkarmat diminta melakukan tindakan cepat untuk mengamankan ular kobra yang telah menggigit korban. Pasalnya, ular tersebut dilaporkan melarikan diri dan masuk kedalam mushola.
“Tim regu Brama 2 bergerak dan tiba di lokasi sekira pukul 19.30 WIB. Tindakan ini harus segera dilakukan supaya tidak ada korban lain yang hendak ingin beribadah,” ucapnya.
Berbekal perlengkapan evakuasi yang komplit, mulai dari penjepit khusus hingga sarung tangan pelindung, tim mulai melakukan pencarian terhadap ular. Setelah melakukan penyisiran yang cukup intens, petugas akhirnya berhasil menemukan ular kobra tersebut bersembunyi di balik lemari mushola.
“Tim kemudian berhasil menjepit kepala ular kobra dan kemudian memindahkannya ke dalam box untuk diamankan,” kata Kadhafi.
Kadhafi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar, terutama saat beraktivitas di malam hari. Hal ini dikarenakan sebagian besar jenis reptil, khususnya ular, cenderung lebih aktif keluar mencari mangsa pada waktu tersebut.
Selain faktor waktu, kebersihan lingkungan juga menjadi kunci utama. Ia meminta warga rutin membersihkan area hunian agar tidak menjadi sarang tikus, yang merupakan sumber makanan utama ular.
"Segera melapor jika menemukan hewan liar yang masuk ke dalam hunian. Terutama satwa berbahaya seperti ular berbisa, piton, biawak, hingga sarang lebah. Evakuasi hewan-hewan tersebut membutuhkan penanganan ahli guna menghindari risiko cedera atau hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kadhafi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


