Kemensos Salurkan Ribuan Paket Logistik untuk Korban Gempa Flores Timur
Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan ribuan paket bantuan logistik dan tenda darurat bagi 1.309 korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, NTT.
Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan ribuan paket bantuan logistik dan perlengkapan pengungsian mulai disalurkan pada Senin (13/4/2026) bagi 1.309 korban gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Masryani Mansyur, melaporkan bahwa bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Rincian bantuan terdiri dari 600 paket makanan siap saji, 400 paket makanan anak, 500 paket lauk pauk siap saji, serta masing-masing 100 lembar kasur dan selimut.
Selain itu, Kemensos juga mengirimkan 104 paket kidsware, 100 paket perlengkapan keluarga, 94 paket pakaian anak, 100 paket sandang dewasa, 100 lembar tenda gulung, dan dua tenda serbaguna.
"Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur," ujar Masryani di Jakarta, Senin malam.
Pendistribusian dan Penanganan Lapangan
Masryani menjelaskan bahwa ratusan paket bantuan tersebut dikirim dari gudang logistik Sentra Efata Kupang. Nantinya, pendistribusian akan dikelola lebih lanjut oleh Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur.
Selain bantuan logistik, Kemensos telah mendirikan sejumlah tenda darurat dan tenda keluarga di lokasi-lokasi yang dinilai aman dari potensi gempa maupun longsor susulan. Petugas Kemensos di NTT juga telah dikerahkan untuk bergabung dengan tim gabungan guna melakukan pendataan kerusakan rumah, fasilitas publik, serta memantau kondisi masyarakat secara menyeluruh.
Di sektor kesehatan, petugas medis diterjunkan untuk menangani korban luka ringan serta memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing), terutama bagi anak-anak yang terdampak secara psikologis.
"Tim gabungan terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, Polri, masih aktif di lapangan untuk mendirikan tenda darurat, mendistribusikan logistik, dan memantau situasi. Secara umum, situasi mulai terkendali, namun proses pemulihan masih membutuhkan waktu, terutama dalam hal perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga," pungkas Masryani. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


