Advertisement
Peristiwa Daerah

Relokasi Pedagang Belum Rampung, Proyek Jalan Kembar Pasar Gadang Malang Molor

Proyek pembangunan jalan kembar di kawasan Pasar Gadang, Kota Malang, dipastikan mengalami penundaan dari jadwal semula.

TIMES Indonesia,
Relokasi Pedagang Belum Rampung, Proyek Jalan Kembar Pasar Gadang Malang Molor
Suasana lokasi relokasi pedagang Pasar Gadang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Proyek pembangunan jalan kembar di kawasan Pasar Gadang, Kota Malang, dipastikan mengalami penundaan dari jadwal semula. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih menghadapi kendala dalam merelokasi pedagang, sehingga pelaksanaan konstruksi belum dapat dimulai.

Awalnya, proyek tersebut dijadwalkan dimulai pada April 2026. Namun, karena proses pemindahan lapak belum rampung, pembangunan diundur dan ditargetkan baru dimulai pada awal Mei 2026.

Advertisement

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui bahwa relokasi pedagang dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, proses tersebut masih berlangsung dan terus dipantau oleh pemerintah daerah.

Ia memberikan tenggat hingga akhir April 2026 agar seluruh pedagang dapat menempati lokasi relokasi, sehingga tidak menghambat pelaksanaan proyek.

“Saya harapkan April ini bisa selesai, supaya pembangunan jalan kembar bisa langsung berjalan tanpa kendala,” ujar Wahyu, Selasa (14/4/2026).

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan pihaknya tetap menargetkan pekerjaan konstruksi dimulai pada awal Mei 2026, dengan catatan relokasi pedagang telah tuntas.

Menurutnya, dinamika di lapangan turut memengaruhi kesiapan proyek. Salah satunya adalah adanya aspirasi pedagang terkait pemasangan pagar di area pasar yang kemudian diakomodasi melalui penyesuaian Detail Engineering Design (DED).

Advertisement

“Kami harus meninjau dan menyesuaikan desainnya. Prinsipnya, aspirasi pedagang tetap diakomodasi selama tidak mengganggu pelaksanaan pembangunan,” jelas Dandung.

Di sisi lain, Pemkot Malang berupaya memastikan aktivitas ekonomi di Pasar Gadang tetap berjalan selama proyek berlangsung. Skema pembangunan disiapkan secara bertahap dengan sistem pengerjaan per sisi jalan.

Dengan metode tersebut, pedagang masih dapat berjualan di sisi jalan yang belum terdampak proyek, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Rencananya, jalan kembar akan dibangun mulai dari simpang empat Pasar Gadang hingga Jembatan Pasar Gadang, dengan konstruksi menggunakan cor beton.

Namun demikian, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada percepatan relokasi pedagang. Jika proses tersebut kembali mengalami hambatan, jadwal pembangunan berpotensi mundur lebih lanjut.

“Pekerjaan bisa dimulai setelah relokasi selesai,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia